7 Obat Flu Alami Minim Efek Samping

Obat flu alami banyak digunakan untuk meredakan dan mengatasi gejala influenza seperti demam hingga nyeri kepala. Ada beberapa bahan yang dapat digunakan, mulai dari astragalus sampai bawang putih.
Image title
7 Maret 2022, 14:43
Ilustrasi seorang wanita yang menderita flu. Ada beberapa obat flu alami yang minim efek samping, yangbisa digunakan seseorang saat menderita flu.
jcomp/freepik
Ilustrasi seorang wanita yang menderita flu. Ada beberapa obat flu alami yang minim efek samping, yangbisa digunakan seseorang saat menderita flu.

Flu atau influenza bisa sangat menjengkelkan dan mengganggu aktivitas harian seseorang. Penyakit yang terjadi karena infeksi virus ini menyerang hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Penderitanya akan mengalami gejala mulai dari demam, nyeri kepala, sampai lemah dan lesu.

Mengutip biofarma.co.id, influenza disebabkan oleh virus RNA golongan Orthomyxoviridae yang mudah bermutasi dan memiliki bermacam tipe: A, B, dan C. Gejala yang ditimbulkan tipe A lebih berat dari tipe B, sementara tipe C tidak menimbulkan gejala.

Adapun gejala flu yang biasanya muncul satu hingga tiga hari setelah terkena virus, antara lain pilek, batuk, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, bersin, mata berair, sakit kepala ringan, kelelahan ringan, dan nyeri tubuh.

flu dapat menular dengan mudah melalui udara dengan perantara batuk, bersin, air liur, atau benda-benda terkontaminasi oleh batuk, bersin dan air liur. Jika dibiarkan terlalu lama, flu dapat memperparah penyakit kronis lainnya, seperti penyakit jantung dan penyakit paru. Oleh karena itu, penting untuk segera mengobati flu ketika gejalanya mulai terasa.

Advertisement

7 Obat Flu Alami

Mengutip Very Well Health, Healthline dan laman terkait lainnya, berikut beberapa obat flu alami yang bisa dijadikan alternatif pengobatan untuk meredakan dan mengatasi influenza:

1. Astragalus

Akar astragalus sudah lama digunakan sebagai bahan dalam pengobatan tradisional Tiongkok untuk memperkuat kekebalan dan mencegah flu. Tanaman ini memiliki sifat antivirus dan merangsang kekebalan tubuh, meskipun belum ada uji klinis yang meneliti efektivitas astragalus terhadap pilek di manusia.

Praktisi pengobatan tradisional Tiongkok biasanya merekomendasikan penggunaan astragalus untuk mencegah masuk angin dan menghindarinya jika Anda sudah sakit. Semangkuk sup yang direbus dengan akar astragalus sering dianjurkan sekali atau lebih per minggu selama musim dingin untuk mencegah masuk angin.

2. Bawang Putih

Selain sebagai penyedap masakan, rempah yang satu ini kerap digunakan untuk mengobati flu. Caranya pun bermacam-macam, mulai dari dicampurkan dalam sup ayam hingga membuat minuman dengan bahan dasar bawang putih mentah yang dihancurkan.

Allicin dianggap sebagai senyawa yang berperan dalam bawang putih untuk melawan flu karena sifat antibakteri dan antijamurnya. Untuk memaksimalkan jumlah allicin, bawang putih segar harus dicincang atau dihancurkan.

Dalam suatu penelitian terbukti bahwa orang yang mengonsumsi bawang putih mengurangi risiko terkena flu lebih dari setengahnya. Studi ini juga menemukan bahwa bawang putih dapat mempercepat pemulihan orang yang masuk angin.

3. Madu

Madu adalah obat rumahan yang cukup populer di banyak budaya. Berdasarkan studi di Archive of Pediatrics and Adolescent Medicine, madu dapat membantu menenangkan batuk anak-anak dan membantu mereka tidur lebih nyenyak.

Para peneliti mengatakan bahwa madu dapat bekerja dengan melapisi dan menenangkan tenggorokan yang teriritasi dan diyakini memiliki efek antioksidan dan antibakteri. Madu berwarna gelap, seperti madu soba yang digunakan dalam penelitian ini, sangat tinggi antioksidannya.

4. Jahe

Jahe sering digunakan untuk mengobati batuk, pilek, dan sakit tenggorokan. Teh jahe panas adalah obat rumahan yang populer untuk gejala pilek dan sakit tenggorokan. Madu dan lemon terkadang ditambahkan.

Meskipun jumlah jahe yang normal dalam makanan jarang menyebabkan efek samping, jumlah yang berlebihan dapat menyebabkan mulas dan gangguan pencernaan. Orang dengan batu empedu, gangguan pendarahan dan mereka yang menggunakan obat "pengencer darah" (anti pembekuan dan antiplatelet) seperti aspirin dan warfarin (Coumadin) harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi jahe. Jahe harus dihindari dua minggu sebelum atau setelah operasi.

5. Vitamin C

Vitamin C memainkan peran penting dalam tubuh dan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Selain jeruk nipis, jeruk grapefruits, sayuran hijau dan buah serta sayuran lainnya, lemon adalah sumber vitamin C yang baik. Menambahkan jus lemon segar ke teh panas dengan madu dapat mengurangi dahak saat Anda sakit.

Meskipun minuman ini mungkin tidak menghilangkan flu sepenuhnya, minuman ini dapat membantu Anda mendapatkan vitamin C yang dibutuhkan sistem kekebalan tubuh Anda. Mendapatkan cukup vitamin C dapat meredakan infeksi saluran pernapasan atas dan penyakit lainnya.

6. Air Garam

Berkumur dengan air garam dapat membantu mencegah infeksi saluran pernapasan atas. Ini juga dapat mengurangi keparahan gejala pilek. Misalnya, dapat meredakan sakit tenggorokan dan hidung tersumbat. Berkumur dengan air garam mengurangi dan mengendurkan lendir, yang mengandung bakteri dan alergen. Untuk mencoba obat ini di rumah, larutkan satu sendok teh garam dalam segelas penuh air. Kumur di sekitar mulut dan tenggorokan Anda. Kemudian ludahkan.

7. Mandi Air Hangat

Mandi air hangat dapat mengurangi gejala pilek dan flu pada orang dewasa dan anak-anak. Menambahkan beberapa tetes minyak esensial, seperti juniper, rosemary, thyme, jeruk, lavender, atau kayu putih bisa memberi efek menenangkan.

Editor: agung
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait