Curhatan Petugas Medis, Mulai Lama Tak Pulang Hingga Stigma Negatif

Para petugas medis yang menangani pasien Covid-19 mengalami kebosanan karena jauh dari rumah dan merasakan gerak terbatas karena harus memakai APD lengkap
Image title
26 April 2020, 15:03
Ilustrasi, petugas medis di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet. Para petugas medis mengeluarkan curhatan terkait lelahnya penanganan pasien Covid-19, jauh dari keluarga hingga stigma negatif oleh masyarakat.
ANTARA FOTO/Kompas/Heru Sri Kumoro/Pool/aww.
Ilustrasi, petugas medis di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet. Para petugas medis mengeluarkan curhatan terkait lelahnya penanganan pasien Covid-19, jauh dari keluarga hingga stigma negatif oleh masyarakat.

Tenaga kesehatan merupakan garda terdepan saat ini dalam penanganan pasien virus corona (Covid-19). Demi menjalankan tugas menangani pasien virus corona, para tenaga kesehatan tersebut bahkan sudah lama tidak pulang bertemu keluarganya.

Mewakili para petugas kesehatan di Rumah Sakit Darurat Corona Wisma Atlet Jakarta, Ketua Tim Perawatan Covid-19 RSD Wisma Atlet Kapten Fitdy Eka membagikan kisah dan curahan hati para petugas kesehatan selama menjalankan tugas.

Dirinya bercerita, tugas menangani pasien positif virus corona merupakan tugas yang tergolong berat dan harus merelakan untuk tidak bertemu dengan keluarga dalam waktu yang cukup lama. Bersama petugas medis lainnya, ia mengaku sudah  sebulan lebih tidak bertemu dengan keluarga.

Pasalnya, para petugas kesehatan khawatir akan membawa Covid-19 dan menularkan kepada keluarga di rumah jika nekat untuk pulang. Adapun, di sela sela jadwal pergantian shift bekerja, masing-masing petugas memanfaatkan waktunya untuk melakukan video call bersama keluarga di rumah.

Advertisement

Selain suasana yang jauh dari rumah, para tenaga kesehatan di RSD Wisma Atlet juga "tersiksa" karena harus menggunakan alat pelindung diri (APD) penuh selama minimal delapan jam. Gerak yang terbatas, serta rasa lelah sudah menjadi santapan sehari-hari para tenaga kesehatan di RSD Wisma Atlet.

"Kondisi seperti itu, kami tak bisa makan, minum, dan melakukan kegiatan lain," ujar Kapten Fitdy Eka melalui video conference, Minggu (26/4).

(Baca: Mengapa Tenaga Kesehatan Rentan Terpapar Corona?)

Meski begitu, guna mencegah rasa bosan selama melakukan penanganan pasien positif virus corona, para petugas medis memanfaatkan fasilitas yang ada dengan melakukan olah raga masing-masing dengan prosedur pembatasan jarak yang dilakukan.

Ia pun memohon agar masyarakat untuk turut membantu, dengan cara mengikuti imbauan pemerintah terkait menjaga jarak serta yang terutama tetap berada di rumah.

Sebab, semakin banyak yang terinfeksi akan membuat semakin banyak pasien yang berdatangan, sehingga akan membuat tim medis kewalahan. Selain itu, dirinya juga memohon kepada masyarakat agar tidak memberikan stigma negatif kepada seluruh petugas medis yang saat ini sedang berjuang.

"Mohon dengan sangat kami juga manusia, yang kami laksanakan dengan hati, terimalah kami dengan hati. Saya yakin dan percaya indonesia kembali pulih terlepas dari Covid-19 ini," ujarnya.

Stigma negatif ini memang melekat pada para tenaga kesehatan selama pandemi Covid-19 di Indonesia. Tak jarang beberapa tenaga medis ditolak oleh warga saat pulang ke rumah selepas bekerja, karena dianggap akan membawa virus corona.

(Baca: Tenaga Medis di Jakarta Kelelahan Tangani Corona, Relawan Siap Bantu)

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait