Besok, Pemerintah Lelang Surat Utang Negara Hingga Rp 30 Triliun

Melalui lelang surat utang yang digelar besok, pemerintah menargetkan dapat meraup pendanaan Rp 15 triliun hingga Rp 30 triliun.
Image title
Oleh Agustiyanti
4 November 2019, 15:16
rupiah, surat utang negara
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi. Pemerintah akan melelang surat utang negara dengan target maksimal Rp 30 triliun pada besok (4/11).

Kementerian Keuangan akan menggelar lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang rupiah pada besok, Selasa (5/11). Melalui lelang tersebut, pemerintah menargetkan dapat meraup pendanaan mencapai Rp 15 triliun hingga Rp 30 triliun.

Berdasarkan keterangan resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR) Kemenkeu, pemerintah akan melelang dua seri Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan lima seri obligasi negara (ON).

Kedua seri SPN, yakni SPN03200206 dan SPN12201106 merupakan penerbitan baru yang jatuh tempo masing-masing pada 6 Februari 2020 dan 6 November 2020. Keduanya memiliki tingkat kupon diskonto.

Sementara lima seri ON terdiri empat seri penerbitan ulang dan satu seri penerbitan baru. Untuk penerbitan ulang, FR0081 ditawarkan dengan kupon 6,5% dan jatuh tempo pada 15 Juni 2025. FR082 ditawarkan dengan kupon 7% dan jatuh tempo pada 15 September 2035.

(Baca: Stabilitas Sistem Keuangan RI Dibayangi Perang Dagang AS-Tiongkok)

Lalu, FR080 dan FR0076 ditawarkan dengan kupon masing-masing 7,5% dan 7,375%, serta jatuh tempo pada 15 Juni 2035 dan 15 mei 2048. Adapun untuk penerbitan baru, seri FR0083 jatuh tempo pada 15 April 2024 dengan tingkat bunga tetap yang baru akan ditetapkan besok (5/11).

Pembayaran kupon seri baru FR0083 dilakukan setiap tanggal 15 April dan 15 Oktober dengan pembayaran pertama  pada 15 April 2020.

Alokasi pembelian nonkompetitif untuk SPN, maksimal 50% dari yang dimenangkan  dan maksimal 30% untuk obligasi negara.

Penjualan SUN  akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Lelang bersifat terbuka dan menggunakan metode harga beragam.

(Baca: Kemenkeu: Defisit Anggaran Tahun Ini Diperkirakan Melebar Hingga 2,2%)

Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif akan membayar sesuai dengan yield yang diajukan. Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian nonkompetitif akan membayar sesuai dengan yield rata-rata tertimbang dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang.

Adapun pemerintah memiliki hak untuk menjual ketujuh seri SUN tersebut lebih besar atau lebih kecil dari jumlah indikatif yang ditentukan. Target indikatif lelang ditetapkan sebesar Rp 15 triliun dengan target maksimal Rp 30 triliun.

SUN yang akan dilelang mempunyai nominal per unit sebesar Rp 1 juta. Lelang akan dibuka besok pukul 10.00 WIB dan ditutup pukul 12.00 WIB. Sementara setelmen dilakukan pada Kamis (7/10).

Lelang surat utang ini ditujukan untuk memenuhi sebagian target pembiayaan dalam APBN 2019. Pemerintah dalam APBN 2019 menargetkan pembiayaan melalui instrumen utang sebesar Rp 359,3 triliun.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebelumnya mencatat posisi utang pemerintah per akhir Agustus 2019 mencapai Rp 4.680,19 triliun. Angka tersebut meningkat 7,3% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 4.363,19 triliun seperti terlihat dalam databooks di bawah ini.

Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait