Covid-19 Melandai, Sri Mulyani Proyeksi Ekonomi Kuartal III Tumbuh 5%

Sri Mulyani mengatakan, kasus Covid-19 yang terkendali mendorong aktivitas masyarakat
Image title
23 September 2021, 11:46
Sri mulyani, pertumbuhan ekonomi, kasus covid-19
Antara/Rivan Awal Lingga
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut, optimisme terhadap pertumbuhan pada periode Juli-September didorong membaiknya sejumlah indikator ekonomi, baik konsumsi maupun produksi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani optimistis pertumbuhan ekonomi pada kuartal III akan mencapai kisaran 4%-5%. Aktivitas ekonomi kembali pulih didorong pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bertahap sejak bulan lalu. 

"Efektivitas dari PPKM yang luar biasa menjaga dan mengendalikan varian Delta di seluruh Indonesia telah memberi dampak positif bagi kita semua," kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi September, Kamis (23/9).

Optimisme terhadap pertumbuhan pada periode Juli-September didorong membaiknya sejumlah indikator ekonomi, baik konsumsi maupun produksi. Konsumsi rumah tangga diramal bisa tumbuh 2%-2,4% pada kuartal III.

"Kami berharap bulan september ini, akselerasi pada dua minggu terakhir bisa mengkompensasi pelemahan yang terjadi akibat PPKM Juli, maka bukan tidak mungkin konsumsi rumah tangga masih cukup baik," kata Sri Mulyani.

Namun ,dia juga mengakui pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kuartal III akan lebih lambat dari kuartal sebelumnya. Hal ini dipengaruhi adanya momentum lebaran serta jumlah kasus positif pada periode April-Juni yang cenderung masih rendah.

Bendahara negara juga optimistis investasi masih akan terjaga dengan pertumbuhan 4,9%-5,4%. Produksi juga tetap kuat, terlihat dari pertumbuahn ekspor yang diperkirakan masih tinggi sebesar 20%-202,4%. Begitu juga impor yang tumbuh dua digit 24%-25,2%.

Sementara itu, konsumsi pemerintah yang terus mencatat pertumbuhan positif pada empat kuartal terakhir diramal akan melambat. Sri Mulyani memperkirakan pertumbuhannya di kisaran kontraksi 0,9% hingga positif 0,1%.

Sri Mulyani juga yakin ekonomi pada kuartal terakhir nanti bisa tumbuh lebih kuat. Namun dengan syarat pengendalian Covid-19 tetap terjaga, terutama dengan akselerasi vaksinasi dan disiplin protokol kesehatan.

"Tentu dengan asusmi varian baru maupun terjadinya klaster akibat aktivitas apakah itu di pendidikan mauapun aktivitas ekonomi masih bisa terkendali dengan baik, sehinga tidak perlu diinjak rem lagi" kata Sri Mulyani.

Seiring kinerja kuartal III yang masih positif dan cukup kuat, pertumbuhan ekonomi tahun 2021 diramal masih akan mencapai target yang dibuat sebelumnya yakni 3,7%-4,5%. Semua indikator juga akan tumbuh positif. Konsumsi rumah tangga yang menyumbang lebih dari separuh Produk Domestik Bruto (PDB) akan tumbuh 2,3%-2,6%.

Investasi yang merupakan penyumbang terbesar kedua akan tumbuh 4,4%-4,9%. Komponen lainnya, ekspor tumbuh 17,9%-19,4%. Impor tumbuh 17,3%-18% serta konsumsi pemerintah tumbuh 3,4%-4,2%.

Bank Pembangunan Asia (ADB) dan OECD dalam laporan terbarunya yang dirilis pekan ini memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi RI tahun ini. ADB memangkas prediksi pertumbuhan Indonesia dari 4,5% menjadi 3,5%, sedangkan OECD menurunkan proyeksinya dari 4,7% menjadi 3,7%. Keduanya memperkirakan, pemulihan masih akan berlanjut hingga akhir tahun namun dengan laju yang lebih moderat.

Sementara pada tahun depan, ADB memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 4,8%, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya 5%. Ramalan tak jauh berbeda diberikan OECD yakni pertumbuhan ekonomi 4,9% pada tahun depan, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya 5,1%.

ADB mengungkap ada tiga faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi RI tahun ini dan tahun depan lebih lambat. Pertama, pertumbuhan ekonomi 7,07% pada kuartal II 2021 lebih rendah dari ekspektasi. Kedua, adanya PPKM yang sudah jalan tiga bulan menghambat perekonomian. Ketiga, pengaruh dari perlambatan ekonomi global.

Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait