Jokowi Serahkan Sembako ke Korban Banjir di Sukajaya Bogor

Banjir bandang dan tanah longsor di Sukajaya terjadi karena hujan deras sejak Selasa (31/12) hingga Rabu (1/1)
Dimas Jarot Bayu
7 Januari 2020, 11:35
jokowi, banjir bogor, sembako
Katadata
Presiden Joko Widodo mengunjungi lokasi banjir dan tanah longsor di Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Bogor, Selasa (7/1). (Foto: Dimas Jarot)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau lokasi banjir bandang dan tanah longsor di Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (7/1). Bencana yang menimpa desa di kaki Gunung Halimun ini memaksa 4.146 warga mengungsi.

Jokowi yang mengenakan kemeja putih dan sepatu sneakers hitam tiba di posko pengungsi Desa Harkat Jaya pada pukul 09.10 WIB. Selain meninjau banjir, Presiden juga menyerahkan paket sembako kepada warga yang menjadi korban banjir bandang dan tanah longsor.

Setelah itu Kepala Negara meninjau lokasi tanah longsor yang berjarak sekitar 50 meter dari posko utama pengungsian.  Di sana sudah terlihat beberapa alat berat yang digunakan untuk memindahkan tanah longsoran.

(Baca: Tunggu Anies Bebaskan Lahan, PUPR: Sodetan Ciliwung Rampung 6 Bulan)

Advertisement

Hanya saja, Jokowi tak lama melakukan peninjauan di lokasi longsor tersebut karena hujan deras tiba-tiba mengguyur. Jokowi bahkan sempat tak menggunakan payung dan jas hujan ketika hujan mendera.

Sebagai gantinya, dia menggunakan tas selempang sebagai penutup kepala. Baru beberapa menit setelahnya Jokowi menggunakan jas hujan berwarna hijau dan payung dan kembali ke posko utama pengungsian.

Warga Desa Harkat Jaya bernama Feri mengatakan, banjir bandang dan tanah longsor terjadi karena hujan deras sejak Selasa (31/12) hingga Rabu (1/1). “Dari malam hujan gede,” kata Feri.

Menurut Feri, ada lima desa selain Harkat Jaya yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor, antara lain Sinar Harapan, Banar, Congcorang, Cibuluh, dan Babakan Tajur. Sementara, ada empat desa lain di Sukajaya yang masih terisolir, yakni Urug, Kiara Pandak, Kiara Sari, dan Cisarua. “Terisolir karena jalannya tertutup longsor,” ujarnya. 

(Baca: Cegah Banjir, Jokowi Minta Mendagri Koordinasi dengan Kepala Daerah)

Reporter: Dimas Jarot Bayu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait