Insentif Tenaga Kesehatan RS Wisma Atlet Akan Cair Sebelum Lebaran

RSDC Wisma Atlet telah mengajukan dokumen pendukung pencairan insentif.
Image title
11 Mei 2021, 17:49
covid-19, anggaran, gaji, wisma atlet, insentif
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.
Tenaga kesehatan mendata pasien positif COVID-19 yang baru tiba di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC), Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Rabu (5/5/2021). Insentif untuk relawan dan nakes RS Wisma Atlet akan cair sebelum Lebaran.

Kementerian Kesehatan memastikan insentif untuk tenaga kesehatan Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran periode April akan cair sebelum Lebaran. Total insentif tersebut sebesar Rp 17,2 miliar untuk 2.305 relawan.

Plt Kepala Badan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM (PPSDM) Kesehatan Kementerian Kesehatan Kirana Pritasari mengatakan RSDC Wisma Atlet telah mengajukan dokumen pendukung secara tepat waktu. Selanjutnya, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Kementerian Keuangan akan memproses pencairan insentif kepada tenaga kesehatan.

"Mudah-mudahan (insentif) jelang hari raya teman-teman RSDC semua bisa diterima," kata Kirana dalam konferensi pers Update Insentif Tenaga Kesejatan dalam Penanganan Covid-19 secara daring, Selasa (11/5).

Kemenkes juga memastikan, tunggakan insentif pada 2020 sebesar Rp 11,88 miliar telah dibayarkan kepada 1.613 relawan pada 10 Mei 2021. Selain itu, insentif pada Januari, Februari, dan Maret juga telah dicairkan.

Secara rinci, pencairan insentif Januari dibagi menjadi dua tahap. Penyaluran insentif Januari tahap pertama sebesar Rp 13,37 miliar untuk 2.090 relawan telah disalurkan pada 13 April lalu. Sementara, pencairan insentif Januari tahap kedua sebesar Rp 8,09 miliar telah dibayar untuk 1.051 relawan.

Selanjutnya, insentif Februari telah dicairkan sebesar Rp 18,28 miliar untuk 2.499 tenaga kesehatan. Sedangkan, insentif Maret sudah dibayar sebesar Rp 18,21 miliar untuk 2.457 relawan.

Humas RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Letnan Kolonel Laut dr. M Arifin memastikan sebagian besar tenaga kesehatan memahami pencairan insentif memerlukan waktu. Oleh sebab itu ia meminta para relawan dan nakes memahami hal tersebut.

"Jadi prinsipnya teman-teman relawan mayoritas bisa memahami dan mengerti," ujar dia.

Secara keseluruhan, hingga 10 Mei 2021, insentif kepada kesehatan yang sudah dibayarkan baru mencapai Rp 1,2 triliun atau 24,1 persen  dari pagu anggaran senilai Rp 5,3 triliun. "Ini adalah anggaran satu tahun. Jadi sampai bulan Mei ini kami sudah membayarkan Rp 1,285 triliun," kata Kirana.

 

 

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait