Tempat Duduk Pesawat Tak Lagi Berjarak, Kapasitas Penumpang Bisa Penuh

Aturan PCR ini berlaku bagi penumpang pesawat Jawa Bali serta wilayah PPKM level 3 dan 4 di luar kedua pulau tersebut
Image title
21 Oktober 2021, 18:17
pesawat, pcr, ppkm
ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/hp.
Suasana terminal kedatangan Bandara Internasional Lombok di Praya, Lombok Tengah, NTB, Rabu (6/10/2021).

Pemerintah memperketat syarat penumpang pesawat dengan mewajibkan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) sebelum keberangkatan. Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, pengetatan dilakukan lantaran tempat duduk dalam penerbangan tidak lagi berjarak.

Kebijakan ini dilakukan untuk uji coba pelonggaran mobilitas demi pemulihan ekonomi. Apalagi saat ini kondisi penularan Covid-19 yang cukup terkendali.

"(Pengetatan testing) dilakukan mengingat sudah tidak diterapkan jarak antar tempat duduk atau seat distancing dengan kapasitas penuh," kata Wiku dalam konferensi pers secara daring, Kamis (21/10).

 

Pengetatan ini diharapkan dapat menjaring kasus serta mencegah celah penularan Covid-19. Bagi penumpang pesawat tujuan Jawa dan Bali, pelaku perjalanan harus menunjukkan PCR (H-2) untuk pesawat udara. Selain itu, penumpang harus menunjukkan kartu vaksin minimal vaksinasi dosis pertama. Aturan ini juga berlaku bagi penerbangan di PPKM level 3 dan 4 di luar Jawa Bali.

Sementara, anak-anak di bawah usia 12 tahun sudah diperbolehkan naik pesawat udara. Mereka juga diwajibkan membawa hasil negatif tes PCR. "Ketentuan sesuai dengan persyaratan di daerah asal masing-masing," kata Wiku.

Adapun, aturan ini dimuat dalam Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 21 Tahun 2021, Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 53 dan 54 Tahun 2021, serta Surat Edaran Kementerian Perhubungan. Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan, kapasitas penumpang pesawat saat ini sudah diizinkan lebih dari 70%.

"Namun penyelenggaran angkutan udara tetap wajib menyediakan tiga baris kursi yang diperuntukan sebagai area karantina bagi penumpang yang bergejala," ujarnya. Sedangkan, kapasitas terminal bandara udara paling banyak 70% dari jumlah penumpang waktu sibuk pada masa normal.

Ketentuan ini tertuang dalam Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 88 Tahun 2021. Aturan untuk transportasi udara ini berlaku mulai 24 Oktober 2021 pukul 00.00 WIB.

"Hal ini untuk memberikan kesempatan kepada maskapai dan operator bandara mempersiapkan diri dan memberikan sosialisasi cukup kepada calon penumpang," kata Adita.

 

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait