Kasus Covid-19 Indonesia Bertambah 460 Orang, Terendah Sejak Mei 2020

DKI Jakarta masih menjadi penyumbang terbanyak kasus Covid-19 harian yakni 82 kasus baru
Ameidyo Daud Nasution
25 Oktober 2021, 17:11
covid-19, corona, jakarta
ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/hp.
Petugas medis melakukan tes antigen kepada siswa di SDN Depok 1, Depok, Jawa Barat, Senin (18/10/2021). Foto; Antara

Kasus Covid-19 di Indonesia masih terus menunjukkan tren penurunan usai melonjak pada Juli lalu. Pemerintah melaporkan kenaikan pasien baru hari Senin (25/10) mencapai 460 orang atau terendah sejak Mei 2020.

Pada 26 Mei 2020, kasus baru positif corona tercatat sebesar 415 orang.  Dengan tambahan kasus baru hari ini, maka total pasien Covid-19 Indonesia mencapai 4,2 juta orang.

 Kenaikan kasus hari ini didapatkan dari pemeriksaan terhadap 137.617 orang. Ini berarti positivity rate atau rasio positif corona saat ini mencapai 0,33%.

DKI Jakarta masih menjadi penyumbang terbanyak kasus corona harian. Ibu Kota melaporkan adanya 82 pasien baru hari ini, berikutnya adalah Jawa Barat yakni 68 pasien.

Advertisement

Adapun angka kematian juga bertambah 30 orang hari ini. Penyumbang terbanyak pasien meninggal hari ini adalah Jawa Tengah yakni 10 orang.

Meski demikian ada 21 provinsi yang melaporkan nol kematian pasien Covid-19 hari ini. Wilayah tersebut di antaranya adalah Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Banten, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Sumatera Selatan.

Sedangkan angka kesembuhan pasien corona hari ini juga bertambah 1.236. Penyumbang terbanyak berada DKI Jakarta dengan 166 orang dan Jawa Barat dengan 163 pasien pulih.

Kasus aktif Covid-19 di Tanah Air hari ini juga menurun 806 jadi 13.554. Sedangkan pemerintah melaporkan adanya 3.736 suspek corona.

Sedangkan pemerintah mewaspadai peningkatan pergerakan penduduk saat liburan Natal dan tahun Baru. Untuk itu, mereka melakukan pembatasan mobilitas di sejumlah tempat tertentu.

Salah satunya, mewajibkan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) bagi pengguna transportasi lain setelah pesawat. "Secara bertahap penggunaan tes akan juga diterapkan pada transportasi lainnya selama dalam mengantisipasi periode Nataru," ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers, Senin (25/10).

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait