Jokowi Ungkap Dua Masalah Pengganjal Investasi di Daerah, Apa Saja?

Andi M. Arief
17 Januari 2023, 13:46
investasi, jokowi, daerah
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/tom.
Presiden Joko Widodo (kiri) memberikan sambutan saat 'Topping Off' atau penyelesaian akhir atap bangunan Indoor Multifunction Stadium (IMS) di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Jumat (13/1/2023).

Presiden Joko Widodo menyatakan ada dua tantangan besar untuk menarik investasi ke dalam negeri pada tahun ini. Kedua tantangan tersebut ada dalam perizinan tata ruang yang diatur oleh pemerintah daerah.

Kedua tantangan yang dimaksud adalah Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Tata Ruang atau PPKR dan Persetujuan Pembangunan Gedung atau PPG. Presiden Widodo telah menginstruksikan pemerintah daerah agar proses dan waktu perizinan tersebut dipercepat agar mempermudah masuknya investasi.

"Saya minta Ketua DPRD agar dengan pemerintah daerah segera menyelesaikan urusan ini. Segera selesaikan yang belum selesai, jangan ditunda-tunda," kata Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Kepala Daerah dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah se-Indonesia 2023, Selasa (17/1).

Jokowi mengatakan KKPR dan PPG menduduki rangking pertama dan kedua terkait tantangan masuknya investasi ke dalam negeri. Menurutnya, kedua hal tersebut harus diselesaikan agar penyerapan tenaga kerja berlanjut.

Sebagai informasi, target investasi pada tahun lalu mencapai Rp 1.200 triliun. Sementara itu, target investasi pada 2023 naik Rp 200 triliun menjadi Rp 1.400 triliun.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyampaikan total investasi yang datang masuk sepanjang 2022 mencapai Rp 1.207 triliun. Dana segar tersebut berhasil menciptakan lapangan kerja untuk 1,2 juta orang pada tahun lalu.

"Sekali lagi, investasi jadi kunci pertumbuhan ekonomi kita," kata Jokowi.

Presiden Widodo menjelaskan investasi menjadi kunci pertumbuhan lantaran kondisi ekonomi global pada 2023 dinilai akan sulit. Hal tersebut ditunjukkan dari 47 negara yang telah menerima bantuan dari International Monetary Fund atau IMF.

Dari 47 negara tersebut, Argentina tercatat sebagai negara dengan nilai bantuan tertinggi atau hingga US$ 34,21 miliar. Sejauh ini, belum ada negara anggota ASEAN yang masuk ke dalam daftar tersebut.

Namun Kepala Negara mengingatkan masih ada pilihan negara yang mengantri untuk mendapatkan bantuan dari IMF. Menurutnya, total negara yang akan menerima bantuan mencapai 70 negara.

"Sehingga investasi ini jadi perhatian kita semua. Jangan lagi yang namanya proses penerbitan izin memakan waktu berbulan-bulan," ujar Jokowi.

Advertisement

Jokowi mengatakan kondisi ekonomi Indonesia pada tahun lalu memang cukup kinclong dibandingkan sebagian besar negara di dunia. Akan tetapi, kondisi ekonomi global yang tidak menentu membuat IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi global pada 2023 hanya mencapai 2,7%.

Sebelumnya, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia optimis bahwa proyeksi investasi 2023 akan lebih baik dibandingkan dengan 2022, meskipun ekonomi 2023 diprediksi gelap.

"Target kita tahun depan Rp 1.400 triliun. Naik, tapi saya belum bisa memastikan sekarang," ujarnya di Gedung Kementerian Investasi, Jakarta, Senin (24/10).

 

Reporter: Andi M. Arief
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait