IHSG Hari Ini Diprediksi Naik Jelang Rilis Data Cadangan Devisa

Sentimen dalam negeri yakni rilis data cadangan devisa oleh Bank Indonesia (BI).
Image title
Oleh Ihya Ulum Aldin
6 September 2019, 07:22
IHSG, Bursa, BI.
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
IHSG hari Jumat (6/9) diprediksi menguat jelang rilis cadangan devisa BI.

Beberapa analis pasar modal memperkirakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal kembali menghijau pada perdagangan hari ini (6/9). Indeks pun tercatat naik 0,59% menjadi 6.306,8 pada penutupan kemarin (5/9).

Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya menyampaikan dalam risetnya, pergerakan IHSG masih akan bergerak pada zona hijau, dengan level resistance dalam beberapa waktu mendatang.

William memprediksi, cadangan devisa per akhir Agustus cenderung stabil, sehingga turut menjadi sentimen positif terhadap pola pergerakan IHSG hari ini. Adapun data tersebut bakal dirilis Bank Indonesia (BI) pada hari ini.

"Momentum koreksi wajar dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka menengah hingga panjang," kata William dalam risetnya, Jumat (6/9). Ia pun memperkirakan, IHSG bergerak di level 6.187-6.372.

(Baca: Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Turun, IHSG Ditutup Naik 0,59%)

William merekomendasikan beberapa saham untuk diperdagangkan pada hari ini. Di antaranya Kalbe Farma (KLBF), Nippon Indosari Corpindo (ROTI), Mayora Indah (MYOR), Telekomunikasi Indonesia (TLKM), dan XL Axiata (EXCL). Selain itu, Wijaya Karya Beton (WTON), Waskita Beton (WSBP), Sri Rejeki Isman (SRIL), dan Hanjaya Mandala Sampoerna (HMSP) patut dipertimbangkan.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan juga memperkirakan IHSG menguat terbatas pada hari ini. Secara teknikal, indeks dalam negeri bakal menguji resistance yang mengindikasi adanya penguatan yang terbatas.

Dennies mengatakan level resistance pertama maupun kedua berada di level 6.290 hingga 6.324. Sedangkan level support pertama maupun kedua, berada di area 6.290 hingga 6.274.

"Pergerakan diperkirakan masih akan dipengaruhi sentimen global. Selain itu investor menanti rilis beberapa data perekonomian, baik dalam negeri maupun luar negeri," kata Dennies.

Ia pun merekomendasikan beberapa saham seperti Perusahaan Gas Negara (PGAS) dengan target harga Rp 2.080-Rp 2.120 per lembar. Lalu, Wijaya Karya (WIKA) Rp 2.100-Rp 2.150 per saham. Selain itu, Indo Tambangraya Megah (ITMG) Rp 14.500-Rp 15.000 per lembar.

(Baca: Perang Dagang Kian Sengit, IHSG September Diprediksi Masih Bearish)

Hal senada disampaikan oleh Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama. Ia menilai, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan pada hari ini.

Level support pertama maupun kedua IHSG hari ini diperkirakan berada pada rentang 6.244,57 hingga 6.214,51. Sedangkan level resistance pertama maupun kedua aka nada di kisaran 6.310,63 hingga 6.381,54. 

"Maka, IHSG hari ini berpeluang menuju ke level resistance terdekat," kata Nafan Aji dalam risetnya.

Ia juga merekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor. Di antaranya Adhi Karya (ADHI), Bank Central Asia (BBCA), Erajaya Swasembada (ERAA), Perusahaan Gas Negara (PGAS), Bank Panin (PNBN), dan PP Properti (PPRO).

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Video Pilihan

Artikel Terkait