Pemeliharaan Fasilitas Tangguh Train 2 Dijadwalkan Tahun Depan

Katadata
Fasilitas Pengolahan LNG Tangguh
16/10/2019, 22.02 WIB

BP Indonesia telah merampungkan pemeliharaan fasilitas pengolahan gas alam cair (liquefied Natural Gas/LNG) Train I Tangguh. Selanjutnya, BP menjadwalkan pemeliharaan untuk Train II Tangguh tahun depan. Perusahaan memastikan pemeliharaan tidak mengganggu produksi.

Head of Country BP Indonesia Moektianto Soeryowibowo mengatakan pemeliharaan bertujuan menjaga fasilitas dan peralatan agar senantiasa siap pakai untuk melaksanakan produksi secara efektif dan efisien. "Kami jadwalkan satu turn around lagi. Sekitar semester dua realisasinya," kata dia saat ditemui di Jakarta, Rabu (16/10).

(Baca: Ada Pabrik Petrokimia, Potensi Investasi Kawasan Teluk Bintuni Rp11 T )

Hingga saat ini, produksi gas dari Blok Tangguh mencapai 1,2 miliar kaki kubik per hari. Sedangkan realisasi produksi LNG dari Train I dan II Tangguh hingga September ini sudah mencapai target 118 kargo. "Target kami kan produksi 118 kargo. Kami on track untuk men-deliver 118 kargo sampai akhir tahun," kata dia.

Di sisi lain, progres pengerjaan Train III Tangguh baru mencapai 67%. Proyek tersebut diperkirakan baru akan rampung pada kuartal III 2021, mundur dari rencana awal kuartal III 2020. Seiring belum rampungnya Train III, perusahaan menargetkan produksi kargo LNG sebesar 121 kargo tahun depan. "Karena tahun depan kami masih produksi dari Train I dan Train II," ujarnya.

(Baca: Operasi Proyek Tangguh Train III Tertunda ke 2021 karena Bencana Alam)

BP memegang 40,22% saham di proyek kawasan migas Tangguh di Teluk Bintuni, Papua Barat. Komposisi hak kelola BP meningkat dari semula 37,16% setelah Talisman keluar dari proyek tersebut. Pengelola lainnya adalah MI Berau B.V sebesar 16,30 persen, CNOOC Muturi Ltd 13,90%, Nippon Oil Exploration (Berau) Ltd 12,23%, KG Berau Petroleum Ltd sebesar 8,56%, KG Wiriagar Petroleum Ltd sebesar 1,44% dan Indonesia Natural Gas Resources Muturi Inc dengan hak kelola 7,35%.