PNBP Minerba Capai Rp 146 T, 145% di atas Target Berkat Hilirisasi

123RF.com/Chutima Chaochaiya
Ilustrasi smelter minerba.
18/11/2022, 16.27 WIB

Kementerian ESDM melaporkan capaian Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor mineral dan batu bara atau minerba hingga 11 November mencapai Rp 146,85 triliun. Jumlah tersebut 145,78% dari target tahun ini berdasarkan peraturan Presiden (Perpres) nomor 98 tahun 2022

Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batu Bara, Irwandy Arif, menyampaikan capaian PNBP dari sektor mineral dan batu bara tahun ini lebih tinggi dari tahun 2021 yang senilai Rp 114,59 triliun

"Hingga 11 November, PNBP dari mineral dan batu bara (minerba) mencapai Rp 146 triliun dan sebenarnya naik dibandingkan tahun lalu, sangat drastis," kata Irwandi saat menjadi pembicara dalam agenda daring bertajuk 'Inovasi untuk Stabilisasi dan Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan' pada Jumat (18/11).

Pada kesempatan tersebut, Irwandy mengatakan sumbangsih tertinggi dari PBNP minerba berasal dari sektor batu bara. "Batu bara naik sedikit, tapi yang lain sudah mulai menurun harganya. Ada kontribusi pajak juga," ujar Irwandy.

Harga komoditas batu bara yang masih tinggi disebut dapat mendongkrak pendapatan negara, salah satunya dalam bentuk penerimaan negara bukan pajak sumber daya alam (PNBP SDA). Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan realisasinya akan melampaui target tahun ini sebesar Rp 226,5 triliun.

"Kami memproyeksikan PNBP SDA pada 2022 akan melampaui realisasi tahun lalu dan juga melampaui dari target yang ditetapkan oleh APBN, maupun target yang sudah direvisi Perpres," kata Sri Mulyani dalam diskusi daring, Rabu (3/8).

Pemerintah telah merevisi target PNBP SDA dari target awal APBN sebesar Rp 121,9 triliun menjadi Rp 226,5 triliun melalui revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 98 tahun 2022. Target PNBP SDA tersebut, terdiri dari PNBP SDA migas sebesar Rp 139,1 triliun dan PNBP SDA non-migas sebesar Rp 87,4 triliun.

Realisasi setoran PNBP SDA tahun ini juga diperkirakan jauh di atas tahun lalu yang sudah melambung. Pada 2021, Sri Mulyani berhasil meraup Rp 149,5 triliun, naik 53% dibandingkan tahun sebelumnya.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu