Wall Street Melejit Ditopang Kejatuhan Harga Minyak

Pixabay/Rabbimichoel
Ilustrasi. Bursa saham AS menguat didorong penurunan harga minyak dunia.
Penulis: Agustiyanti
10/3/2022, 06.41 WIB

Saham-saham terkait konsumen tertentu kembali menguat setelah  sempat melemah di tengah kekhawatiran bahwa harga gas yang lebih tinggi akan mengurangi pengeluaran konsumen. Nike naik 4,7% dan Starbucks bertambah 4,3%.

Maskapai dan jalur pelayaran juga lebih tinggi pada hari Rabu. Carnival Corp naik 8,8% dan United Air Lines naik 8,3%.

Harga surat berharga AS turun dan imbal hasil naik karena investor keluar dari obligasi setelah sebelumnya bertahan pada instrumen pendapatan tetap karna perang Rusia dan Ukraina. Hasil benchmark 10-tahun naik sekitar 5 basis poin menjadi 1,93%. Sebuah basis poin sama dengan 0,01%.

Saham bank bergerak lebih tinggi karena imbal hasil naik. Bank of America naik 6,4% dan Wells Fargo meningkat 5,8%. Goldman Sachs menambahkan 3,8%.

Meski sentimen harga minyak mereda, pergerakan saham AS masih akan dibayangi oleh kebijakan The Fed.  

“Secara keseluruhan, volatilitas kemungkinan akan bertahan, adaberbagai hasil yang mungkin terjadi di Ukraina, tetapi fundamental ekonomi AS masih terlihat baik, terutama jika The Fed dapat menavigasi kenaikan suku bunga tanpa menekan permintaan,” ujar Ross Mayfield, analis strategi investasi di Baird.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan, lowongan pekerjaan melebihi jumlah pekerja yang tersedia hampir 5 juta pada Januari. Indeks harga konsumen Februari, ukuran utama inflasi, akan dirilis pada pukul 08:30 ET pada Kamis.

Halaman: