Harga Minyak Turun Dipicu Keresahan Negosiasi Dagang & Banjir Pasokan

KATADATA
ilustrasi Kilang Minyak. Harga minyak brent kembali jatuh ke level US$ 62,18 per barel karena sentimen negosiasi dagang dan prediksi pasokan minyak dunia.
Editor: Ekarina
12/11/2019, 09.02 WIB

Selain itu, Trump juga membantah mengenai kesepakatan AS untuk menurunkan tarif sebagai bagian dari perjanjian fase pertama.

Sentimen lain yang mempengaruhi harga minyak juga datang dari Timur-Tengah, menyusul kabar Arab Saudi meningkatkan produksi minyaknya pada Oktober menjadi 10,3 juta barel per hari. Namun, negara itu tetap memasok ke pasar minyak di bawah target produksi OPEC.

Menteri Energi Oman mengatakan, organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutu-sekutunya (OPEC +), diperkirakan akan memperpanjang periode kesepakatan pembatasan pasokan minyak mentah. 

(Baca: Temukan Ladang Baru 53 Miliar Barel, Cadangan Minyak Iran Tambah 33%)

OPEC + dijadwalkan akan menggelar pertemuan pada awal Desember. Adapun negara-negara tersebut sejak Januari lalu telah memangkas produksi sebesar 1,2 juta barel per hari, sebagai bagian dari kesepakatan yang akan berlangsung hingga Maret 2020.

Produsen minyak terbesar kedua Rusia yakni Lukoil (LKOH.MM) mengharapkan kesepakatan pengurangan produksi minyak global dapat diperpanjang.

Halaman:
Reporter: Verda Nano Setiawan