RI Kalah dari Negara ASEAN, Jokowi Janji Genjot Ekspor dan Investasi

Katadata/Donang Wahyu
Presiden Jokowi saat wawancara khusus dengan Katadata.co.id, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (27/5/2019).
Penulis: Dimas Jarot Bayu
13/6/2019, 13.00 WIB

Selain itu, Jokowi menilai peningkatan ekspor dan investasi dapat mengatasi defisit neraca perdagangan saat ini. Data Badan Pusat Statistik menyebutkan neraca dagang Indonesia pada April 2019 defisit US$ 2,5 miliar atau setara Rp 36 triliun.

Angka ini merupakan yang terdalam sepanjang sejarah seperti terlihat pada grafik di bawah ini. Merosotnya kinerja ekspor serta meningkatnya impor membuat defisit neraca perdagangan kembali di atas US$ 2 miliar dalam lima bulan terakhir.

Jokowi menilai defisit neraca dagang tersebut dapat diatasi jika pemerintah dan dunia usaha bekerja sama dalam mendorong ekspor dan investasi. “Ini juga bukan barang yang sulit sebetulnya, tetapi memang ada regulasi, beberapa undang-undang yang akan kami revisi,” ujarnya.

(Baca: Ekonomi Melambat, Analis Nilai Defisit Dagang Harus Segera Diperbaiki )

Jokowi lantas meminta masukan dari para pengusaha yang tergabung dalam Apindo dan Hippindo. Permintaan ini serupa dengan yang disampaikannnya ketika bertemu Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) pada Rabu (12/6).

Masukan tersebut, kata Jokowi, haruslah yang jelas dan bisa segera diimplementasikan. “Sehingga terobosan-terobosan yang ingin kami lakukan itu betul-betul memberikan efek tendangan yang kuat bagi ekonomi kita, baik dari sisi regulasi dan revisi undang-undang,” kata Jokowi.

Halaman: