Bidik Kinerja Tahun Ini Tumbuh 50%, Bukalapak Makin Siap IPO

ANTARA FOTO/APRILLIO AKBAR
Karyawan menunjukkan fitur pembelian tiket Kereta Api (KA) Bandara pada aplikasi Bukalapak dengan menggunakan gawai saat perjalanan dari Stasiun BNI City menuju ke Stasiun Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta, Rabu (28/8/2019).
6/1/2021, 18.04 WIB

Saat ini, ada tujuh juta mitra yang bergabung dalam program Mitra Bukalapak. Mereka merupakan pemilik warung, pengusaha mikro hingga penjual pulsa.

Unicorn itu pun memperluas penyediaan produk grosir ke 28 provinsi di Indonesia melalui kerja sama dengan lebih dari 300 distributor lokal. Selain itu, Bukalapak masih akan berfokus menyediakan beragam layanan atau produk baru pada 2021.

"Produk itu kami kembangkan tujuannya ingin membantu masyarakat dalam menjalankan kebutuhan sehari-harinya," kata President BukaFinancial and Digital Victor Putra Lesmana.

Pada Oktober 2020, perusahaan meluncurkan unit bisnis di bidang teknologi finansial (fintech) dan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yakni Buka Investasi Bersama (BIB).

Bukalapak juga menyediakan layanan agregator pengiriman barang, BukaSend. Lalu, menggandeng startup Justika untuk menyediakan layanan konsultasi hukum hingga pendampingan.

Unicorn Tanah Air itu juga meluncurkan fitur pencarian hunian, BukaRumah. Lalu, menggaet HappyFresh untuk menyediakan bahan pokok melalui fitur Groceries.

Yang terbaru, Bukalapak menyediakan program turnamen gim melalui kemitraan dengan Maingame.com.

Setidaknya ada tujuh layanan vertikal baru Bukalapak yakni investasi melalui BIB, konsultasi hukum, agregator logistik, pengadaan barang dan jasa, properti, lakupandai, dan turnamin game online.

Selain itu, satu layanan horizontal yakni bahan pokok. Konsep seperti ini dinilai sebagai superapp.

Halaman:
Reporter: Fahmi Ahmad Burhan