Butuh Rp4.200 T Atasi Emisi Karbon, RI Dorong G20 Bentuk Dana Bersama

123rf.com/Aleksandr Papichev
Ilustrasi karbon, CO2
12/5/2022, 12.24 WIB

"Tapi sampai COP26 di Glasglow, angka itu (dana yang dijanjikan G7) tidak pernah tercapai. Bagaimana kita mau mempercepat reduksi emisi gas rumah kaca kalau angka finansialnya nggak didukung?" kata Alue.

Alue menghitung total dana yang dibutuhkan pemerintah untuk mengurangi emisi GRK sesuai target mencapai Rp 4.200 triliun. Dana tersebut dibutuhkan untuk menurunkan emisi GRK sebanyak 29% atau setara dengan lebih dari 1 miliar ton CO2 equivalen (CO2e).

Emisi gas rumah kaca secara global disumbang dari beragam sektor. Berdasarkan data Climate Watch, energi merupakan kontributor terbesar emisi gas rumah kaca. Sektor ini mampu menghasilkan 36,44 gigaton CO2e atau 71,5% dari total emisi pada 2017 lalu.

Agrikultur serta perubahan tata guna lahan dan hutan (land-use change and forestry/LULUCF) turut berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca global. Kedua sektor tersebut masing-masing berkontribusi menghasilkan emisi gas rumah kaca sebesar 5,88 gigaton CO2e dan 3,22 gigaton CO2e.

World Research Institute (WRI) mencatat, lebih dari setengah emisi gas rumah kaca global disumbang sepuluh negara di dunia. Dari data Climate Watch yang dirilis WRI Indonesia, Tiongkok menjadi kontributor emisi gas rumah kaca terbesar hingga awal 2018. Sementara Indonesia ada di poisisi delapan.

Halaman:
Reporter: Andi M. Arief