Hentikan Proyek Energi Terbarukan di AS, Trump Sebut Energi Angin Mahal
Pemerintahan Presiden Donald Trump memerintahkan penghentian proyek energi terbarukan skala besar yang sedang dibangun oleh perusahaan Denmark, Orsted, di lepas pantai Rhode Island, Amerika Serikat.
Dalam laporan Reuters disebutkan, Biro Pengelolaan Energi Laut (BOEM) memerintahkan penghentian konstruksi proyek Revolution Wind yang saat ini sudah mencapai 80% tahap pembangunan.
Proyek senilai US$ 1,5 miliar atau Rp 24,38 triliun (kurs Rp 16.340/US$) ini ditargetkan rampung tahun depan dan dirancang untuk menyuplai listrik ke sekitar 350 ribu rumah di wilayah Rhode Island dan Connecticut.
Perintah penghentian tersebut membuat Orsted tidak memiliki jalur pendapatan langsung dari proyek tersebut, di saat perusahaan tengah berupaya menstabilkan keuangan melalui penerbitan pendanaan darurat senilai US$ 9,4 miliar (Rp 152,8 triliun).
Perusahaan energi terbarukan itu mengatakan sedang mengevaluasi seluruh opsi, termasuk potensi tindakan hukum, untuk menanggapi keputusan tersebut.
Ini merupakan kedua kalinya pemerintahan Trump menghentikan proyek angin lepas pantai besar di AS. Kebijakan ini dianggap sebagai bagian dari upaya sistematis Trump untuk memperlambat atau bahkan menggagalkan pengembangan energi terbarukan di AS.
Sejak awal masa jabatannya, Trump telah menunjukkan sikap skeptis terhadap energi angin. Pada hari pertamanya menjabat, ia menangguhkan penerbitan izin baru untuk pembangkit angin lepas pantai, sambil menunggu tinjauan ekonomi dan lingkungan.
Dalam beberapa kesempatan, Trump bahkan menyebut energi angin sebagai "jelek", "tidak bisa diandalkan", dan "mahal".
Kebijakan Trump Mengancam Kelangsungan Investasi di Sektor Energi Terbarukan
Organisasi industri seperti Asosiasi Industri Energi Laut Nasional (NOIA) menyayangkan keputusan pemerintah yang dinilai dapat membahayakan ribuan lapangan kerja dan investasi jangka panjang.
“Proyek-proyek ini bukan hanya soal energi. Ini tentang pekerjaan, investasi, dan komitmen terhadap masa depan bersih,” ujar Presiden NOIA, Erik Milito.
BOEM menyatakan penghentian proyek ini dilakukan atas dasar kekhawatiran terhadap keamanan nasional, meskipun alasan spesifik tidak diungkapkan secara rinci.
Dalam surat yang ditandatangani oleh Penjabat Direktur BOEM, Matthew Giacona, disebutkan langkah ini bertujuan untuk melindungi zona ekonomi eksklusif serta wilayah laut AS dari potensi gangguan.
Orsted, salah satu perusahaan energi angin lepas pantai terbesar di dunia, kini menghadapi tekanan tambahan di pasar Amerika Serikat.
Selain proyek Revolution Wind, perusahaan ini juga tengah berjuang untuk mendapatkan pendanaan bagi proyek Sunrise Wind di lepas pantai New York, setelah beberapa mitra investasi menarik diri karena ketidakpastian kebijakan energi di bawah pemerintahan Trump.
Sebelumnya, proyek lain milik Equinor yang sudah mendapatkan semua izin juga sempat dihentikan oleh pemerintah AS, sebelum akhirnya dibatalkan kembali sebulan kemudian. Kejadian ini menciptakan ketidakpastian besar bagi investor dan pemain industri energi terbarukan di Amerika Serikat.