Emiten Dekapan Prajogo CUAN, BREN hingga BRPT Borong MSCI, Bagaimana Nasib CDIA?

PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA)
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA)
6/11/2025, 07.45 WIB

Jajaran emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu berbondong-bondong masuk ke dalam indeks bergengsi Morgan Stanley Capital International (MSCI). Terbaru emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) masuk ke dalam MSCI Global Standard periode November 2025.

Sebelumnya pada rebalancing MSCI per Agustus 2025, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) masuk ke jajaran MSCI Global Standard Indexes. Kemudian disusul PT Petrosea Tbk (PTRO) masuk ke MSCI Small Cap Indexes.

Lalu ada PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang sudah masuk indeks MSCI Global Standard lebih dulu. Saat ini tersisa emiten infrastruktur PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) yang belum masuk indeks bergengsi ini. 

CDIA yang merupakan anak usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) itu baru menggelar penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Juli 2025 lalu. Adapun per 30 September 2025, free float CDIA sebanyak 9,97%. Free float adalah jumlah saham suatu perusahaan yang tersedia dan dapat diperdagangkan secara bebas oleh publik di pasar saham.

Prospek dan Kinerja CDIA

Apabila menilik kinerjanya, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) raup laba bersih sebesar US$ 77,60 juta atau sekitar Rp 1,29 triliun hingga kuartal ketiga 2025. Torehan itu melonjak hingga 266,2% yoy dibanding periode yang sama sebelumnya sebesar US$ 21,19 juta atau Rp 352,58 miliar pada 2024. 

Berdasarkan laporan keuangannya hingga kuartal ketiga 2025, pendapatan perusahaan juga melonjak 42% yoy menjadi US$ 104,82 juta atau sekitar Rp 1,74 triliun dari periode yang sama sebelumnya sebesar US$ 73,83 juta atau Rp 1,22 triliun pada 2024 lalu. 

Secara rinci, pendapatan CDIA berasal dari penjualan daya listrik dan jasa kelistrikan lainnya sebesar US$ 68,23 juta dan penjualan bahan bakar sebesar US$ 7,72 juta. Kemudian diikuti jasa sewa kapal sebesar US$ 24,67 juta dan sewa tangki dan dermaga US$ 4,19 juta. 

Dari sisi neraca, total aset  CDIA melonjak 48,1% menjadi US$ 1,6 miliar dibandingkan US$ 1,08 miliar pada akhir 2024. Jumlah ekuitas juga melonjak 52,9% menjadi US$ 1,15 miliar sepanjang Januari–September 2025.

Dari sisi liabilitas, CDIA membukukan kenaikan 36,9% menjadi US$ 449,6 juta, utang berbunga jangka panjang turut naik 36,9% menjadi US$ 400,8 juta. Sementara itu, posisi kas dan setara kas ditambah surat berharga melonjak hingga 123,5% menjadi US$ 705,4 juta. 

Direktur Chandra Daya Investasi, Jonathan Kandinata, mengatakan bahwa CDI Group membukukan kinerja solid sepanjang sembilan bulan pertama 2025, mencerminkan fundamental yang semakin kuat sejak melantai di bursa. 

Laba bersih hingga kuartal ketiga 2025 ini ditopang oleh ketahanan operasional dan pertumbuhan portofolio yang berkelanjutan, dengan likuiditas mencapai US$ 705,4 juta. 

Posisi keuangan tersebut semakin diperkuat oleh fasilitas pinjaman baru dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) senilai Rp 2 triliun, kerja sama dengan Bank Danamon, tambahan modal dari Chandra Asri Group dan EGCO Group, serta dana hasil IPO Juli 2025.

“Seluruh inisiatif ini secara kolektif memperkuat ketahanan finansial CDI Group dan memposisikan Grup untuk melanjutkan pertumbuhan jangka panjang di seluruh pilar bisnisnya,” ucap Jonathan dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (30/10). 

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila