Harga BBM Naik, Tim Transisi Contek Kebijakan BLT

Arief Kamaludin | Katadata
KATADATA | Arief Kamaludin
Penulis:
Editor: Arsip
26/8/2014, 12.15 WIB

Meski begitu, dia mengatakan, kenaikan harga BBM bersubsidi merupakan opsi terakhir untuk mengatasi persoalan fiskal dalam APBN 2015. Saat ini, pembahasan di DPR belum masuk pada persoalan tersebut.

?Kami masih bahas dan belum berpikir untuk itu. Kami masih bahas persoalan lainnya seperti kuota dan yang lain,? kata Arif yang juga Ketua Forum Ekonomi Megawati Institute.

Anton Gunawan, ekonom Universitas Indonesia, mengatakan penyaluran dana cash melalui BLT atau BLSM Seharusnya tidak lagi diterapkan. Menurut dia, pemerintah dapat mengoptimalisasikan peran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dalam menyalurkan subsidi supaya lebih tepat sasaran.

?Harus ada kerangka yang lebih permanen, seperti BPJS,? tuturnya. Dalam pandangannya, kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi selalu menimbulkan gesekan kepentingan politik.

Menurut Anton, pemerintah semestinya memandang persoalan subsidi dengan pola pikir kemaritiman. Alhasil pemberian subsidi harus diutamakan kepada sektor-sektor yang menghubungkan antarpulau, yakni transportasi laut atau udara.

?Subsidi BBM sangat dinikmati transportasi darat. Dalam kerangka ini subsidi BBM tidak cocok dengan kerangka pikir negara kepulauan,? ujarnya.

Petrus Lelyemin

Halaman:
Reporter: Redaksi