Jokowi-JK Belum Hitung Anggaran untuk Programnya

Jokowi & JK KATADATA | Arief Kamaludin
KATADATA | Arief Kamaludin
Penulis:
Editor: Arsip
3/7/2014, 15.44 WIB

Misalnya, untuk pemberdayaan desa, pasangan ini menjanjikan anggaran Rp 1,4 miliar untuk setiap desa per tahun. Di Indonesia saat ini tercatat ada sekitar 74.000 desa. Artinya butuh sekitar Rp 103 triliun untuk merealisasikan program tersebut.

Belum lagi program pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan Koperasi, yang akan diberikan bantuan dana sebesar Rp 10 juta per tahun. Berdasarkan data Kementerian UKM dan Koperasi, saat ini jumlah UMKM mencapai 56,5 juta unit dan Koperasi berjumlah 200.808 unit. Artinya dibutuhkan sekitar Rp 580 triliun untuk program tersebut.

Masalahnya, dalam APBN Perubahan tahun ini saja masih ada defisit anggaran sebesar Rp 241 triliun. Sementara masih ada subsidi tahun ini yang dialihkan dalam APBN tahun depan sekitar Rp 50 triliun.

Persoalan pendanaan ini sebelumnya disampaikan ekonom Emil Salim yang menyatakan kedua kandidat presiden terkesan mengabaikan sumber pendanaan untuk merealisasikan program yang mereka usung. Menurutnya, kedua kandidat menganggap seolah-olah Indonesia memiliki sumber pendanaan yang tidak terbatas.

Padahal, Emil mengatakan, yang perlu disiapkan oleh masing-masing kandidat adalah menyiapkan langkah untuk memenuhi semua target dalam kerangka keterbatasan dana. ?Harus ada kerangka keterbatasan dana. Kita ini miskin!? tuturnya. 

Halaman:
Reporter: Safrezi Fitra