Rupiah Diprediksi Menguat Terbatas, Pasar Tunggu Data Ekonomi AS
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat stagnan di level 16.237 pada perdagangan Selasa (23/4). Analis pasar uang, Lukman Leong memperkirakan rupiah akan dibuka datar dengan kecenderungan menguat terbatas.
Hal ini disebabkan oleh Investor yang masih wait and see menantikan serangkaian data ekonomi penting baik dari dalam negeri maupun AS.
“ Dolar AS sendiri terkoreksi oleh meredanya kekuatiran seputar Timur Tengah,” ujar Lukman kepada Katadata.co.id, Selasa (23/4).
Rupiah diperkirakan akan bergerak dalam rentang 16.150-16.300.
Pengamat pasar uang, Ariston Tjendra pun menilai sentimen terlihat lebih positif pagi ini untuk aset berisiko. Sebagian besar nilai tukar emerging market menguat terhadap dolar AS, demikian pula indeks saham Asia.
Melansir Bloomberg, yen Jepang menguat 0,08%, dolar Singapura menguat 0,04%, won Korea menguat 0,09%, dan peso Filipina menguat 0,18%.
Sementara baht Thailand melemah 0,06%, ringgit Malaysia melemmah 0,05%, dan yuan Cina melemah 0,02%.
Aristo mengatakan, saat ini tidak adanya insiden baru atau komentar yang memanasi konflik di Timur Tengah. Hal itu meredakan kekhawatiran pasar dan mendorong pelaku pasar masuk lagi ke aset berisiko.
“Rupiah berpeluang menguat terhadap dolar AS hari ini,” ujar Ariston.
Ariston pun menilai neraca perdagangan Indonesia bulan Maret yang surplus melebihi bulan sebelumnya juga memberikan sentimen positif untuk rupiah.
“Namun di sisi lain, bila konflik kembali memanas hari ini, sentimen pasar bisa langsung berbalik arah,” ujarnya.
Hari ini, Potensi penguatan rupiah ke arah 16.150, dengan potensi resisten di sekitar 16.250.