Hadapi Pandemi Perlu Disiplin Merencanakan Keuangan

Jika disiplin dalam menjalankan rencana yang sudah disusun bisa tercapai maka proteksi terhadap keuangan keluarga akan menjadi lebih baik.
Dini Hariyanti
Oleh Dini Hariyanti - Tim Riset dan Publikasi
25 Desember 2020, 07:00
NILAI TUKAR RUPIAH DITUTUP MENGUAT
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/pras.

Dalam perencanaan keuangan, menyusun rencana belanja dan menabung perlu dibarengi dengan komitmen untuk menerapkannya. Kedisiplinan pengelolaan uang ini semakin diperlukan manakala rumah tangga menghadapi situasi yang tidak pasti, seperti pandemi Covid-19 ini.

Konsultan Perencana Keuangan Prita Ghozie menuturkan, semakin banyak klien yang mengeluh sulit mengelola keuangan selama pandemi. “Sebetulnya tidak perlu panik, yang terpenting dan harus dilakukan adalah menyusun rencana menabung dan belanja,” katanya dalam siaran pers OVO, Rabu (23/12/2020).

Hal berikutnya yang wajib dilakukan, imbuh Prita, adalah disiplin dalam menjalankan rencana yang sudah disusun. Apabila komitmen dan disiplin ini bisa tercapai maka proteksi terhadap keuangan keluarga akan menjadi lebih baik.

Pada sisi lain, Prita bercerita bahwa semangat berbisnis di antara kalangan ibu-ibu saat ini semakin kuat menular. Dia mengakui, hal ini merupakan sesuatu yang positif bahkan bisa menjadi solusi cerdas untuk membantu menjaga kestabilan keuangan rumah tangga.

“Karena, dengan berbisnis, para ibu bisa memiliki penghasilan tambahan dari kegiatan yang disukainya, seperti memasak, atau membuat karya kerajinan. Saya sangat percaya, satu perempuan cerdas mampu melahirkan satu generasi cerdas,” ucap Prita.

Oleh karena itu, Prita menyarankan agar penghasilan tambahan yang diperoleh dari bisnis sampingan sebaiknya dialokasikan secara bijak. Dirinya menyarankan para ibu yang memiliki pendapatan semacam ini untuk berinvestasi. “Bisa memilih aset investasi jangka panjang, seperti instrumen pasar modal," ujarnya.

Adapun, berdasarkan survei OVO diketahui bahwa pandemi Covid-19 banyak menyebabkan ketidakpastian ekonomi bagi rumah tangga. Hal ini memberikan dampak besar terhadap pengelolaan keuangan yang dilakukan para ibu. Pasalnya, sekitar dua dari sepuluh ibu memiliki kecenderungan untuk berbelanja di luar kebutuhan prioritas.

Tak hanya itu, setengah dari ibu yang menjadi responden survei OVO menyebutkan, tidak memiliki dana darurat. Padahal, komponen keuangan yang besarannya bisa enam sampai 12 kali pengeluaran bulanan ini dapat menjadi penopang. Dana darurat dapat berupa uang tunai atau deposit di bank.

Sementara itu, ada sekitar lima dari sepuluh ibu mengutarakan, kesejahteraan hidup (well-being) tidak menjadi prioritas dalam keuangan keluarga selama pandemi. Lebih jauh lagi, sebanyak tujuh dari sepuluh ibu berharap mendapatkan bantuan dari perencana keuangan. 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait