Identifikasi Sumber Tekanan Psikososial Bagi Nakes Penting

Identifikasi bisa dengan survei, pertemuan berkala untuk dengar pendapat, maupun observasi nakes langsung di lapangan.
Image title
Oleh Dini Hariyanti - Tim Riset dan Publikasi
12 Februari 2021, 12:00
APEL KESIAPAN BHABINKAMTIBMAS DAN NAKES POLRI
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.

Proses mengidentifikasi sumber tekanan psikososial bagi tenaga kesehatan  di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) penting untuk dilakukan. Pasalnya, selama masa pandemi Covid-19, beban yang dihadapi petugas di fasyankes meningkat signifikan.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, ada beberapa bentuk tekanan yang dialami tenaga kesehatan (nakes). Tidak hanya risiko kontaminasi virus tetapi juga perpisahan dengan anggota keluarga dan sanak keluarga yang abnormal. Pasalnya, para nakes harus menjalani karantina, isolasi mandiri. Alhasil, seandainya ada kematian orang terdekat, para nakes tak bisa menjalani prosesi pemakaman sesuai nilai dan adat biasanya.

Beragam beban pekerjaan yang ada kerap berimbas kepada pelemahan daya tahan fisik dan psikis seorang petugas kesehatan. Apalagi ditambah minimnya waktu istirahat, tak jarang akhirnya termanifestasi menjadi gangguan emosional.

Di dalam situasi pandemi ini, nakes rentan untuk mengalami perasaan tidak berdaya, kehilangan kontrol, khawatir terhadap kesehatan diri sendiri maupun orang lain. Alhasil, mereka rentan terhadap masalah kejiwaan, termasuk trauma serta gangguan jiwa yang pernah dialami sebelumnya.

Oleh karena itu, identifikasi sumber tekanan pada petugas kesehatan perlu dilakukan oleh manajemen fasyankes menggunakan berbagai metode. Bisa dengan survei, pertemuan berkala untuk dengar pendapat, maupun obeservasi langsung di lapangan.

Direktur P2 Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kemenkes Siti Khalimah mengatakan, kini dukungan lebih fokus kepada kesehatan mental masyarakat dalam menghadapi pandemi. Padahal, kesehatan mental para petugas kesehatan di fasyankes juga tidak kalah penting.

“Nakes bekerja tanpa kenal lelah dan terus melakukan pelayanan sehingga menimbulkan kelelahan fisik dan berpotensi menimbulkan tekanan psikologis, baik kecemasan, rasa takut, stres, hingga depresi,” ujarnya dalam dokumen Protokol Pelayanan Psikososial bagi Nakes, dirilis baru-baru ini.

Protokol tersebut ditujukan untuk meningkatkan dukungan kesehatan jiwa dan psikososial yang menekankan kepada kerja sama lintas profesi kesehatan jiwa. Ini bertujuan mencegah dan menanggulangi tekanan mental nakes di fasyankes dalam tugasnya merawat penderita Covid-19.

Merupakan rahasia publik bahwa petugas kesehatan bekerja intens untuk melayani dan menangani pasien Covid-19. Mereka beraktivitas 24 jam, berhadapan langsung dengan virus corona. Seperangkat Alat Pelindung Diri (APD) selalu melekat pada tubuh, bahkan para nakes terpaksa harus menahan haus hingga keinginan buang air.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait