September, Pertamina Akan Putuskan Nasib Blok East Kalimantan

"Kalau saya lihat dari SKK Migas berharap Pertamina yang kelola di sana, jadi kami tidak mau terburu-buru bilang sanggup," kata dia,
Anggita Rezki Amelia
18 Agustus 2017, 21:51
Rig
Katadata

PT Pertamina (Persero) akan memutuskan nasib Blok East Kalimantan September ke depan. Saat ini perusahaan pelat merah itu masih mengkaji keekonomian blok tersebut untuk memutuskan mengambilalih kelola atau tidak.

Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik mengatakan sudah menyampaikan perpanjangan waktu selama tiga bulan sejak Juli kepada pemerintah untuk mengkaji keekonomian tersebut. "Harusnya akhir September atau awal Oktober. Ini lagi rapat terus, " kata dia di kantor BPH Migas, Jakarta, Jumat (18/8).

(Baca: Alih Kelola Blok East Kalimantan Terganjal Dana Pasca Tambang)

Ada beberapa pertimbangan yang membuat perusahaannya masih berupaya mengkaji ulang blok tersebut. Salah satunya adalah kewajiban dana pemulihan tambang (Abandonment Site Restoration/ASR) yang ditanggung Pertamina. Sebenarnya, jika jumlah dana yang harus ditanggung itu sedikit, blok itu masih ekonomis.

Namun apabila, ASR yang ditanggung Pertamina sangat besar bisa berpengaruh ke keekonomian. "Selain menanggung beban yang di depan, kami juga  menanggung beban di belakang. Kalau kecil tidak apa-apa, bisa kami depresiasi," kata Elia.

(Baca: Pertamina Siap Kembalikan Blok East Kalimantan kepada Pemerintah)

Di sisi lain, apabila ada perusahaan yang tertarik mengelola blok itu, Pertamina tidak segan untuk menyerahkannya. Yang jelas saat ini pemerintah  belum resmi meminta Pertamina mengembalikan  blok tersebut.

Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam mengatakan pihaknya dan SKK Migas  saat ini  masih melakukan kajian terkait keekonomian blok tersebut. "Kalau saya lihat dari SKK Migas berharap Pertamina yang kelola di sana, jadi kami tidak mau terburu-buru bilang sanggup," kata dia, Rabu (16/8).

Syamsu mengatakan, mengevaluasi suatu blok migas bukan pekerjaan yang mudah. Untuk itulah Pertamina membutuhkan tambahan waktu untuk mengevaluasi blok tersebut.

(Baca: Kontrak 7 Blok Penugasan Pertamina Ditargetkan Diteken Bulan Ini

Apalagi informasi-informasi baru bisa mengubah hasil kajian blok tersebut dari yang semula ekonomis menjadi tidak ekonomis, begitu juga sebaliknya. "Adalah keputusan Pertamina melakukan evaluasi kembali jika ada kesempatan waktu dari pemerintah," kata Syamsu.

Video Pilihan

Artikel Terkait