Pertamina EP Dapat Tambahan Gas dari Sumur Baru Paku Gajah

Setelah mengebor hingga kedalaman 1.590 MMD selama kurang dari sebulan, sumur itu akhirnya menyemburkan gas dan kondensat pada 17 April lalu.
Anggita Rezki Amelia
Oleh Anggita Rezki Amelia
22 April 2016, 12:24
pertamina
Katadata

Rendahnya harga minyak dunia saat ini tidak menyurutkan langkah PT Pertamina EP (PEP) untuk meningkatkan produksi. Anak usaha PT Pertamina (Persero) ini berhasil mendapatkan tambahan gas dan kondensat dari pengeboran sumur pengembangan di Aset 2 Prabumulih, Sumatera Selatan.  

General Manager Paku Gajah Development Project (PGDP) Pertamina EP Musallam Latuconsina mengatakan, pengeboran sumur pengembangan PDW-8 mulai menunjukkan hasil. Setelah mengebor hingga kedalaman 1.590 MMD selama kurang dari sebulan, sumur itu akhirnya menyemburkan gas dan kondensat pada 17 April lalu. “Implikasi dari keberhasilan pengeboran ini akan mampu meningkatkan produksi gas dan kondensat  PGDP dan Asset-2,” katanya berdasarkan siaran pers Pertamina, Kamis (21/4).

Sumur PDW-8 merupakan salah satu sumur pengembangan yang masuk dalam Proyek Paku Gajah yang dikelola oleh Pertamina EP. Letak sumur ini kurang lebih 60 kilometer (km)  ke arah selatan dari Prabumulih, tepatnya di Desa Pagardewa, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. (Baca: Kuartal I, Produksi Minyak Pertamina Meningkat 14 Persen)

Ini merupakan sumur pertama yang dibor Pertamina EP tahun ini. Selanjutnya,  masih ada lima sumur lainnya yang akan dibor yakni sumur KAG-A2, TSM-6, KAG-A3, KRD-3 dan KAG-A1.

Musallam mengatakan, hasil uji produksi sumur pengembangan PDW-8 mencatatkan gas yang dihasilkan pada semburan pertama sebesar 10,67 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dan kondensat 16,3 BCPD.  Setelah proses uji tes produksi selesai (Modified Isochronal Test/MIT) maka gas yang diproduksi akan menjadi 5,53 mmcscfd dan kondensat 23,7 BCPD. "Tahap uji produksinya dilakukan secara rigless dan at cost yang selesai pada Jumat (22/4). Uji coba ini mendatangkan efisiensi dengan realisasi anggaran senilai 54,86 persen (tanpa uji produksi) dari AFE Budget," kata dia. (Baca: Pertamina Targetkan Hemat Rp 1,3 Triliun dari Pengadaan Minyak)

Ketika stabil, angka rata-rata produksi sumur PDW-8 sekitar 2 MMSCFD dan  30 BCPD, yang diperkirakan akan terjadi September mendatang. Sementara sejak awal tahun sampai Maret lalu, produksi gas dari proyek Paku Gajah rata-rata sebesar 46,1 MMSCFD. Adapun produksi kondensat mencapai 1.019 BCPD. PGDP telah berkontribusi menyumbang Produksi Migas PEP Asset 2 sebesar 10 persen.

Proyek pengembangan Paku Gajah dimulai pada 2012. Setahun kemudian yakni 28 Juni 2013, Pertamina EP mendapatkan persetujuan rencana pengembangan wilayah atau Plant of Development (POD) dari pemerintah. (Baca: Pertamina Bidik Produksi Minyak di Aljazair Naik 45 Persen Pada 2019)

Cadangan gas PGDP dari lima struktur yakni Tasim, Prabumenang, Karangdewa, Pagardewa dan Pagardewa Selatan. Cadangan awalnya diperkirakan mencapai 100,46 triliun kaki kubik (BCF). Namun setelah dilakukan monitoring produksi dan perhitungan, ada beberapa struktur yang mengalami kenaikan sehingga total cadangannya menjadi 201,2 BCF.  

Video Pilihan

Artikel Terkait