Lundin Petroleum Pilih Hengkang dari Indonesia

Image title
Oleh
22 Mei 2015, 08:22
Katadata
KATADATA | www.skkmigas.go.id

KATADATA ? Industri Minyak dan Gas Bumi (Migas) memang tengah lesu. Harga minyak bumi yang tetap lesu, birokrasi perizinan yang berblit, serta rezim perpajakan yang memberatkan pengusaha migas, membuat investor pilih keluar dari Indonesia.

Kabar terbaru, Lundin Petroleum berniat keluar dari Indonesia. Perusahaan asal Swedia ini menyetop investasi di Tanah Air. Langkah Lundin ini menyusul investor migas yang lebih dulu kabur dari Indonesia seperti Hess Corporation (Amerika Serikat), Anadarko Petroleum Corporation (Amerika Serikat), Korean National Oil Corporation (Korea Selatan), dan Premier Oil (Inggris).

Exploration Manager Lundin Petroleum Batara Simanjutak menjelaskan, situasi industri migas saat ini memang negatif. Hal ini bisa dilihat dari penurunan harga minyak, lalu sulitnya perizinan migas, dan beban pajak bumi bangunan (PBB) pada tahap eksplorasi. Selain itu pembubaran Badan Pengatur Sektor Hulu Migas (BP Migas) yang berubah menjadi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) ikut mempengaruhi bisnis ini.

Kasus suap yang  menyeret mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini turut memperkeruh iklim bisnis migas. "Ini semua memberi sinyal negatif kepada para pemegang saham Lundin," ujar dia seperti dikutip Kontan, Jumat (22/5).

Reporter: Redaksi
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait