Jokowi Siap Naikkan BBM Rp 500-3.000 per Liter

Dana subsidi BBM kata Jokowi akan dialihkan ke sektorsektor produktif dan sangat dibutuhkan rakyat
Image title
Oleh
29 Agustus 2014, 10:10
Joko Widodo KATADATA | Arief Kamaludin
Joko Widodo KATADATA | Arief Kamaludin
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) menyatakan siap untuk tidak populer dengan menaikkan harga bahn bakar minyak (BBM) bersubsidi. Berdasarkan kajian Tim Transisi, harga BBM bersubsidi bisa dinaikkan bervariasi antara Rp 500, Rp 1.000, Rp 1.500 dan Rp 3.000 per liter.

Dana subsidi antar lain akan dialihkan untuk membiayai program pengentasan kemiskinan, membangun infrastruktur publik, menyediakan benih dan pestisida untuk petani, serta memberikan solar murah bagi nelayan.

Jokowi kemungkinan tidak hanya sekali menaikkan harga BBM bersubsidi karena Presiden SBY menyatakan tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi pada penghubung masa pemerintahannya. Dalam pertemuan empat mata di Nusa Dua Bali, Jokowi meminta Presiden SBY menaikkan harga BBM bersubsidi namun SBY menolaknya.

"Saya maunya defisit RAPBN 2015 yang diasumsikan 2,3 persen terhadap PDB ditekan sekecil-kecilnya. Cara terbaik untuk menekan defisit adalah menaikkan harga BBM bersubsidi. Namun, Pak SBY menyampakan saat ini kondisinya masih kurang tepat untuk menaikkan harga BBM," tutur Jokowi seperti yang dikutip Investor Daily (29/8).

Karena itu pula, menurut Jokowi, pihaknya bakal menaikkan harga BBM bersubsidi. "Saya siap untuk tidak populer," kata dia.

Dana subsidi BBM, kata Jokowi, akan dialihkan ke sektor-sektor produktif dan sangat dibutuhkan rakyat. "Misalnya benih untuk petani, pestisida dan solar untuk nelayan. Saya kira kita harus mulai berubah. Jangan sampai konsumtif menggunakan BBM," ujar dia.

Deputi Tim Transisi Andi Widjajanto mengungkapkan Tim Transisi tengah menyiapkan simulasi kenaikan harga BBM bersubsidi dari Rp 500, Rp 1.000, Rp 1.500, dan Rp 3.000 per liter. "Ada juga simulasi waktunya, apakah diasumsikan SBY akan melakukannya. Kalau tidak, Pak Jokowi yang akan menaikkan harga BBM," kata dia.

Reporter: Redaksi
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait