TIKI Luncurkan Fitur Jemput Barang untuk Pengusaha E-Commerce

Penulis: Michael Reily

Editor: Pingit Aria

28/12/2017, 18.02 WIB

Total transaksi bisnis kurir domestik secara keseluruhan, termasuk PT Pos Indonesia, mencapai Rp 26 triliun tahun 2017.

Logistik e-commerce
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Pekerja memilah paket barang di gudang logistik TIKI di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI) meluncurkan fitur Jemput Online (Jempol) untuk pengusaha e-commerce. TIKI berharap transaksi digital menjadi salah satu faktor yang bisa memacu perkembangan ekonomi.

Managing Director TIKI Tomy Sofhian menyatakan, pengguna individual porsinya sebesar 60%, sementara sisanya merupakan pengguna korporasi. Menurutnya, e-commerce saat ini bukan hanya didominasi oleh korporasi. Sebab, banyak juga individu yang berjualan barang secara online dengan skala kecil.

Managing Director TIKI Tomy Sofhian menyatakan, banyak di antara pengusaha online tersebut yang membutuhkan penjemputan barang dagangan. “Kami berinisiatif untuk memenuhi kebutuhan konsumen,” kata Tomy di Jakarta, Kamis (28/12).

Namun, fitur Jempol TIKI masih baru bisa dilakukan di Jakarta. “Pengiriman dari Jakarta mungkin sekitar 50% dari keseluruhan TIKI,” ujar Tomy. Porsinya bakal sekitar 65% jika ditambahkan Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang.

(Baca juga:  WTO Perpanjang Moratorium, Indonesia Ngotot Tarik Pajak E-Commerce)

Permintaan masyarakat untuk Jempol juga dibarengi dengan tingginya kecepatan dan harga yang kompetitif. Oleh karena itu, TIKI bakal melakukan efisiensi armada logistik.

TIKI menempati pangsa pasar kedua dalam bisnis kurir domestik pengiriman swasta, setelah JNE. Sedangkan, total transaksi bisnis kurir domestik secara keseluruhan, termasuk PT Pos Indonesia, mencapai Rp 26 triliun tahun 2017.

Tomy mengaku, perusahaan telah melakukan pembenahan restrukturisasi untuk meningkatkan kinerja. “Sebelumnya dipisahkan penjemputan dan pengantaran, ternyata digabung lebih efisen sehingga bisa dimanfaatkan untuk melakukan penjemputan,” jelasnya.

Nantinya, kuartal pertama 2018, TIKI akan melakukan ekspansi Jempol ke kota besar di Indonesia seperti Bandung, Surabaya, Semarang, Medan, dan Yogyakarta. Namun, Tomy enggan menyebutkan nilai investasi yang disiapkan.

(Baca juga: Survei: Milenial Pilih Pelesir, Beli Gawai & Mobil Ketimbang Properti)

Ia berharap Jempol bakal mengerek transaksi individual sebesar 30%. Untuk transaksi korporasi, TIKI akan meluncurkan produk-produk baru untuk perusahaan besar. Salah satunya adalah TIKI-ku yang bakal mempermudah pelayanan digital perusahaan.

Hingga November 2017, TIKI menyiapkan 6 stasiun operasi di Jakarta untuk layanan Jempol. Saat ini, secara nasional, TIKI sudah melayani 98% dari 8.259 kode pos, 88% dari 514 kabupaten/kota, dan 67% 82.505 kelurahan/desa.

Menurut Tomy, tahun 2018, persaingan bakal lebih ketat di bidang jasa pengiriman. Meski begitu, ia yakin perusahaan bakal bertumbuh sebesar 30% tahun depan. “Kami akan terus menjalani program kami berdasarkan apa yang dibutuhkan masyarakat,” tuturnya.

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan