Ekspor 50 Ribu Kendaraan Indonesia Terancam Kehilangan Pasar
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan keputusan Perdana Menteri Vietnam Nomor 116/2017/ND-CP tentang Overseas Vehicle Type Approval (VTA) bakal menghambat ekspor. Produsen mobil dalam negeri terancam kehilangan pangsa pasar sebesar 50 ribu unit.
Ketua Umum Gaikindo Yohanes Nangoi menjelaskan potensi kehilangannya lebih dari 20% ekspor mobil Indonesia. Total ekspor mobil pun mencapai 225 ribu unit. “Sampai saat jni kita mengekspor mobil ke Vietnam hingga 50 ribu unit,” kata Yohanes kepada Katadata, Jumat (2/2).
Menurutnya, aturan baru yang diterbitkan Vietnam merupakan perlindungan dari ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA) yang menetapkan bea masuk produk otomotif ke Vietnam adalah 0% mulai 1 Januari 2018. Sebelumnya, tarif bea masuk otomotif Vietnam mencapai 30%.
Regulasi Vietnam berlaku efektif 1 Januari 2018 membuat kebijakan terkait uji tipe dan uji emisi menjadi lebih ketat di pelabuhan. Yohanes menjelaskan, sebelum aturan dikeluarkan, pengujian dilakukan oleh Kementerian Perhubungan.
Nantinya, petugas Vietnam bakal memeriksa 1 atau 2 unit sampel dari pengiriman 1 kapal yang berisi 500 unit. Jika tidak sesuai, kapal akan dikirim kembali ke Indonesia. “Selama ini uji tipe dan uji emisi Kemenhub lebih cermat dibandingkan Vietnam,” jelas Yohanes.
Gaikindo pun telah melaporkan ke pemerintah, yakni kementerian terkait. Yohanes berharap solusi antarpemerintah segera ditemukan agar ekspor produk otomotif Indonesia tidak terhambat.
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengungkapkan peraturan ini juga dikomplain oleh Malaysia, Filipina, dan Thailand dalam perundingan ASEAN. Delegasi Jepang dan Amerika Serikat juga mengeluh di forum The Technical Barriers to Trade (TBT)-WTO.
“Kebijakan nontarif ini dapat memberikan dampak negatif bagi ekspor kendaraan Indonesia ke pasar Vietnam,” jelas Enggar.
Sementara Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pun mengaku daya saing tinggi dari industri akan dijegal oleh negara lain. Padahal, di Asia Tenggara, Vietnam merupakan pasar ekspor otomotif terbesar kedua.
Airlangga merinci, Filipina jadi urutan pertama dan yang ketiga adalah Thailand. “Kita juga harus siap-siap alternatif pasar,” tuturnya.
