Produsen Biodiesel Teken Kontrak dengan Penyalur Bahan Bakar Besok

Penulis: Michael Reily

Editor: Ekarina

Selasa 28/8/2018, 20.57 WIB

Produsen biodisel, perusahaan penyalur bahan bakar nabati dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit akan meneken perjanjian besok.

Biodiesel
Arief Kamaludin | Katadata
Biodiesel murni dan campuran solar dengan kadar 10 dan 20 persen.

Sejumlah produsen biodiesel dan penyalur bahan bakar nabati akan menandatangani kontrak kesepakatan besok.  Hal itu dilakukan seiring dengan implementasi program mandatori biodiesel 20% (B20) dengan solar yang akan mulai berlaku efektif pada 1 September 2018. 

Ketua Umum Asosiasi Produsen Biofuels Indonesia (Aprobi) Master Parulian Tumanggor menjelaskan penandatanganan antara produsen biodisel, perusahaan penyalur bahan bakar nabati  dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit bakal dilakukan besok.

“Pukul setengah dua siang  akan ada penandatanganan di Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral),” kata Tumanggor di Jakarta, Selasa (28/8).

Total, pengadaan biodiesel hingga akhir tahun 2018 sekitar 2,9 juta kiloliter. Yang mana untuk sektor Public Service Obligation (PSO) pada periode Mei hingga Desember 2018 sebesar 1,95 juta kiloliter, sedangkan sektor non-PSO medio September hingga Desember 2018 mencapai 940.407 kiloliter. 

(Baca : Jokowi Wajibkan Seluruh Mesin Diesel Gunakan Biodiesel)

Total volume penyediaan biodiesel untuk PSO diberikan kepada PT Pertamina sebanyak 1,91 kiloliter dan PT AKR Corporindo Tbk sebanyak 40.000 kiloliter. Sedangkan, penyediaan biodiesel untuk sektor non-PSO akan diberikan kepada 11 perusahaan  bahan bakar minyak.

Kesebelas perusahaan tersebut adalah PT Pertamina dengan volume sebesar 595.168 kiloliter, PT AKR Corporindo Tbk 120.800 kiloliter, PT Exxonmobile Lubricants Indonesia 73.050 kiloliter, PT Jasatama Petroindo 26.400 kiloliter, PT Petro Andalan Nusantara 60.000 kiloliter, dan PT Shell Indonesia 21.040 kiloliter.

Kemudian, PT Cosmic Indonesia 1.640 kiloliter, PT Cosmic Petroleum Nusantara 4.030 kiloliter, PT Energi Coal Prima 26.400 kiloliter, PT Petro Energy, dan PT Gasemas 10.000 kiloliter.

Tumanggor menjelaskan, alokasi sudah diperhitungkan untuk mencukupi kebutuhan biodiesel nasional. Sedangkan untuk harga indeks pasar (HIP) untuk menentukan insentif dari BPDP Kelapa Sawit saat ini masih menunggu perhitungan Kementerian ESDM.

Dari sisi produsen, dia mengungkapkan sejumlah pengusaha siap menggenjot produksi biodiesel dalam negeri. Menurutnya, dengan total  kapasitas produksi 14 juta kiloliter biodiesel dapat dipenuhi dari 19 perusahaan. “Sehingga, jika ada tambahan kebutuhan sekitar 3 juta kiloliter, hal itu tak menjadi masalah,” ujar Tumanggor.

 (Baca : Biodiesel jadi Senjata Pemerintah Tekan Impor Migas)

Sembilan belas perusahaan produsen biodiesel adalah PT Cemerlang Energi Perkasa, PT Wilmar Bioenergi Indonesia, PT Pelita Agung Agrindustri, PT Ciliandra Perkasa, PT Darmex Biofuels, PT Wilmar Nabati Indonesia, PT Bayas Biofuels, PT LDC Indonesia, dan PT SMART Tbk.

Selanjutnya, PT Tunas Baru Lampung, PT Multi Nabati Sulawesi, PT Permata Hijau Palm Oleo, PT Intibenua Perkasatama, PT Batara Elok Semesta Terpadu, PT Dabi Biofuels, PT Sinarmas Bioenergy, PT Kutai Refinery Nusantara, dan PT Sukajadi Sawit Mekar.

Dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 41 Tahun 2018 tentang penyediaan dan pemanfaatan bahan bakar nabati jenis biodiesel dalam kerangka pembiayaan oleh BPDP Kelapa Sawit mencantumkan aturan terkait sanksi bagi kedua jenis badan usaha. Tumanggor menyebutkan sanksi Rp 6 ribu per liter bakal ditaati oleh pelaku usaha karena pemerintah melakukan pengawasan setiap waktu.

 (Baca: Jokowi Incar Penghematan Devisa Rp 300 Miliar Per Hari dari Biodiesel)

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha