Bursa AS Tutup, Seluruh Indeks Asia Lanjutkan Bergerak Turun

Penulis: Happy Fajrian

Kamis 6/12/2018, 10.38 WIB

Kekhawatiran akan eskalasi perang dagang masih meliputi investor di dunia. Seluruh bursa asia merosot walau bursa AS libur.

bursa saham
Agung Samosir|KATADATA
bursa saham

Pasar modal Amerika Serikat (AS) hari Rabu libur untuk menghormati prosesi pemakaman mantan Presiden George H.W. Bush. Meski tidak ada perdagangan di bursa AS, seluruh bursa Asia dibuka merosot ke zona merah pada perdagangan hari ini, Kamis (6/12). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sendiri dibuka merosot hingga ke posisi 6.095,77, atau turun 0,61%.

Kendati demikian, turunnya IHSG tidak sedalam indeks Asia lainnya seperti Hang Seng Index yang tercatat terkoreksi paling dalam pada perdagangan pagi ini dengan penurunan hingga 2,73%, diikuti Nikkei 225 Index turun 1,84%, Strait Times Index turun 1,27%, dan Shanghai Composite Index turun 1,25%.

Turunnya sejumlah bursa tersebut menunjukkan bahwa investor masih bereaksi terhapad kondisi yang terjadi di bursa AS yang dipicu oleh cuitan Presiden AS Donald Trump terkait perang dagang dengan Tiongkok, serta kondisi pasar obligasi AS yang menunjukkan indikasi resesi kembali terjadi di AS.

Kepala Analis Mirae Asset Sekuritas Hariyanto WIjaya dalam risetnya memprediksi, IHSG akan bergerak turun hari ini. Sementara itu Tim Analis Oso Securities memprediksi IHSG akan bergerak turun di kisaran 6,060- 6,157 yang lebih banyak didorong oleh kondisi pergerakan bursa saham global, terutama bursa AS.

Harga minyak mentah ditutup sedikit lebih rendah karena market menunggu klarifikasi atas kesepakatan potensi pengurangan produksi dari produsen minyak utama menjelang pertemuan OPEC di Wina pekan ini.

Pada perdagangan pagi ini, hingga pukul 10.30, IHSG berada pada posisi 6.111,33 atau turun 0,36%. Nilai perdagangan saham tercatat mencapai Rp2,61 triliun dengan volume saham yang diperdagangkan mencapai 2,85 miliar saham.

Sejalan dengan turunnya indeks, jumlah saham yang mengalami penurunan harga lebih banyak dibandingkan yang naik. Jumlah saham naik 160 saham, 180 saham turun, dan 130 saham stagnan. Aksi jual bersih (net sell) investor asing juga turut menekan pergerakan bursa. Asing melakukan net sell Rp221,43 miliar.

Dari sepuluh indeks sektoral, sebanyak enam sektor berkontribusi terhadap turunnya bursa. Sektor aneka industri membukukan penurunan paling dalam sebesar 2,05% diikuti sektor perdagangan turun 1,02%, sektor keuangan turun 0,5%, sektor properti turun 0,38%, sektor pertanian turun 0,3% dan sektor manufaktur turun 0,19%.

(Baca juga: Katadata Market Index: Tren Bearish Bursa Berlanjut di Desember)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha