IHSG Melesat Naik 0,35% Terbantu Penguatan Rupiah dan Harga Komoditas

Penulis: Happy Fajrian

13/3/2019, 20.02 WIB

Bursa saham Asia mayoritas terkoreksi karena kekhawatiran Brexit, sementara IHSG terbantu penguatan rupiah dan kenaikan sejumlah harga komoditas.

Ilustrasi
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Ilustrasi

Indeks harga saham gabungan (IHSG) naik 23,8 poin atau 0,37% ke level 6.377,58 pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu sore (13/3). IHSG berhasil menghijau di tengah bursa saham Asia yang mayoritas terkoreksi sekaligus mematahkan prediksi yang menyatakan tren koreksi IHSG akan berlanjut hari ini.

Bursa saham di Asia yang mengalami koreksi hari ini di antaranya indeks Strait Times sebesar 0,52%, Shanghai 1,09%, Nikkei 0,99%, Hang Seng 0,39%, serta Kospi 0,41%. Sedangkan indeks PSEi dan KLCI berhasil menghijau dengan kenaikan masing-masing sebesar 0,24% dan 0,42%.

Analis Indopremier Sekuritas Mino mengatakan kenaikan IHSG hari ini didorong oleh berlanjutnya penguatan rupiah serta naiknya sebagian besar harga komoditas seperti minyak mentah, nikel, timah, emas, dan batu bara.

"Aksi beli investor terhadap saham-saham yang sudah mengalami jenuh jual, juga turut menjadi tambahan katalis positif di pasar," papar Mino di Jakarta, Rabu (13/3).

(Baca: Semen Indonesia Industri Bangunan Laksanakan Tender Offer Rp 3 Triliun)

Sementara itu bursa saham Asia terkoreksi akibat meningkatnya kekhawatiran investor terkait proses Brexit yang masih belum mendapatkan persetujuan dari Parlemen Inggris sehingga ada potensi Inggris keluar dari Uni Eropa (UE) tanpa mengantongi kesepakatan apapun dengan UE.

Dibuka di teritori negatif, IHSG bertahan di zona tersebut hingga 1 jam setelah perdagangan dimulai. Setelah itu, IHSG bertahan di teritori positif hingga perdagangan berakhir. Sepanjang hari ini IHSG bergerak di kisaran level 6.337,88 hingga level tertingginya 6.377,58.

Total transaksi saham hari ini tercatat senilai Rp 8,99 triliun dari 15,62 miliar saham yang diperdagangkan oleh investor. Sebanyak 189 saham bergerak naik, 187 saham turun, dan 165 saham harganya tidak berubah.

Lima saham yang paling besar kontribusinya dalam mendorong nilai indeks yaitu PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang harga sahamnya naik 1,94%, PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) melesat 12,24%, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) naik 5,04%, PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA) naik 8,47%, serta PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) naik 0,79%.

(Baca: Sesi I IHSG Menghijau di Tengah Bursa Asia yang Melemah)

Indeks sektor konsumer menjadi indeks sektoral yang paling berkontribusi mendorong IHSG. Sektor ini naik 0,91%, kemudian pertanian naik 0,73%, manufaktur naik 0,61%, tambang naik 0,47%, serta keuangan naik 0,31%. Sedangkan sektor infrastruktur dan aneka industri terkoreksi 0,61% dan 0,85% sedikit menahan laju IHSG.

Di tengah indeks yang menghijau, dana asing masih terus mengalir keluar dari pasar saham. Hari ini investor asing membukukan penjualan bersih hingga Rp 731,36 miliar yakni Rp 550,5 miliar di pasar reguler dan Rp 180,86 miliar di pasar negosiasi/tunai.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM) menjadi saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing yakni senilai Rp 207,4 miliar, diikuti PT Astra International Tbk. (ASII) Rp 90,2 miliar, serta PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) Rp 88,1 miliar.

Reporter: Antara

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha