Minta Pertimbangan Hukuman, Karen Rinci Prestasi Saat Pimpin Pertamina

Penulis: Fahmi Ramadhan

Editor: Agung Jatmiko

29/5/2019, 15.03 WIB

Karen meminta pertimbangan hukuman, selain karena BMG dipandang murni investasi, ia juga mengajukan serangkaian prestasi kala dirinya memimpin Pertamina.

Karen Agustiawan, Pertamina, kasus blok BMG
Katadata/ Arief kamaludin
Mantan Direktur Pertamina, Karen Agustiawan, di Kantor BUMN, Jakarta, Rabu, (01/10).

Dalam agenda pembacaan pembelaan atau pledoi, Mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan mengungkapkan harapannya agar Majelis Hakim mempertimbangkan hukuman yang diterimanya.

Selain pembelaannya yang mengatakan bahwa akusisi BMG semata-mata untuk ekspansi Pertamina dan bukan untuk keuntungan pribadi, Karen berharap Majels Hakim Pengadilan Negeri Jakarta mempertimbangkan pencapaiannya memimpin Pertamina selama lima tahun.

Dalam kurun waktu lima tahun, yakni 2009-2014 Karen menyebut di bawah kepemimpinannya Pertamina berhasil mencatatkan prestasi, serta berhasil menambah kas negara.

Ia menyebut, di bawah kepemimpinannya Pertamina telah menyetorkan pajak kepada negara sebesar Rp 309,19 triliun. Kemudian, Pertamina berhasil membukukan pendapatan sebesar US$ 367,1 miliar atau setara dengan Rp 3.671 triliun dan mencatatkan keuntungan bersih sebesar US$ 13,2 miliar atau setara dengan Rp 132 triliun.

"Selama lima tahun Pertamina juga telah menyetorkan dividen sebesar Rp 45,02 triliun," ujar Karen dalam pledoinya di Pengadilan Negeri Jakarta, Rabu (29/5).

(Baca: Mantan Dirut Pertamina Sebut Akuisisi BMG Tidak untuk Memperkaya Diri)

Dari segi aset, Karen merinci selama lima tahun kepemimpinannya, Pertamina berhasil mencatatkan penambahan nilai aset yang signifikan.

Selama lima tahun, nilai aset Pertamina naik dari US$ 26,7 miliar atau setara dengan Rp 267 triliun pada 2008, menjadi US$ 50,7 miliar atau setara dengan Rp 507 triliun pada 2014. Artinya, ada kenaikan nilai aset sebesar Rp 240 triliun selama lima tahun.

"Pertamina juga berhasil menduduki oeringkat 122 dan 123 dalam Fortune Global 500 Company pada 2012 dan 2013," kata Karen.

Ia juga mengungkapkan prestasi Pertamina lainnya, yakni kenaikan tingkat good corporate governance (GCG) dari 83,56 % pada 2009 menjadi 94% pada 2014. Selain itu ia juga pernah tercatat sebagai Chief Eksekutif Officer (CEO) wanita pertama di perusahaan Migas dan masuk rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).

Tak hanya dalam negeri, berdasarkan laporan Pertamina periode 2009-204, dirinya juga masuk dalam 50 wanita berpengaruh dalam sektor bisnis di majalah Forbes tahun 2012.

Sebelumnhya Karen Agustiawn dituntut hukuman 15 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).Ia juga dituntut harus membayar uang pengganti sebesar Rp 1 milliar rupiah subsider enam bulan kurungan penjara.

Hal itu diputuskan dalam persidangan tunutan di Pengadilan Negeri Jakarta Jum'at (24/4) lalu, dimana Karen diputuskan terbukti mengabaikan prosedur investasi atas blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia tahun 2009.

Plus Minus Kinerja Karen di Pertamina
Plus Minus Kinerja Karen di Pertamina (KATADATA infografis)



Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan