Kejar Target Bauran Energi 23%, Kementerian ESDM Susun Peta Jalan

Penulis: Fariha Sulmaihati

Editor: Sorta Tobing

11/7/2019, 18.35 WIB

Peta jalan atau roadmap energi terbarukan itu nantinya mencantumkan potensi energi di setiap daerah, regulasi, teknologi, dan pendanannya.

roadmap energi terbarukan, target bauran energi terbarukan
Katadata
Ilustrasi pemanfaatan energi panas bumi atau geothermal. Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini sedang menyusun peta jalan (roadmap) pengembangan energi terbarukan.

Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini sedang menyusun peta jalan (roadmap) pengembangan energi terbarukan. Peta jalan ini merupakan salah satu cara agar bisa mencapai target bauran energi 23% di tahun 2025, sesuai Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) dan Paris Agreement.

Isi dari peta jalan itu nantinya mencantumkan potensi energi terbarukan di setiap daerah, regulasinya seperti apa, teknologi apa saja yang akan digunakan, dan pendanaannya. "Kondisi sekarang kan masih banyak impor minyak, pengembangan energi terbarukan harus disegerakan," kata Kasubdit Pelayanan dan Pengawaan Usaha Aneka EBT Kementerian ESDM Abdi Dharma, saat ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis (11/7).

Ia menjelaskan pembuatan peta jalan ini berdasarkan permintaan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Diharapkan pengembangan energi terbarukan nantinya mampu mengurangi ketergantungan impor solar dan membangun pembangkit energi terbarukan.

(Baca: Upaya Pemerintah Kurangi Impor BBM dengan Biodiesel)

Kementerian menargetkan pembuatan peta jalan akan rampung pada bulan ini sehingga bisa segera diimplementasikan. Dalam penyusunannya peta jalan ini akan dibentuk tim dengan fokus pendekatan, yaitu teknologi, ekonomi (dana murah) dan kebijakan.

"Diharapkan nanti di dalam peta jalan ini kami bisa mengindentifikasi daftar proyek yang akan dibuat, kapan bisa beroperasi, dan sebagai prediksi kapan untuk mulai diproses," kata Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Kementerian ESDM Harris, berdasarkan keterangan tertulis, pada Mei lalu.

Berdasarkan data dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)(Persero) hingga kurtal I-2019 bauran energi baru mencapai 13,42% dari target 25%. Adapun rinciannya, untuk kapasitas PLTB yang telah terpasang yaitu 75 megawatt (MW). Sedangkan, untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) sebesar 1.924 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 42 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) 4.947 MW.

(Baca: Target Bauran Energi Terbarukan 23% pada 2025 Sulit Tercapai)

2050, Target Bauran Energi Capai 31%

Berdasarkan grafik Databoks di bawah ini, target bauran EBT pada 2050 mencapai 31%. Latar belakang kenaikannya karena populasi penduduk akan terus bertambah, sementar produksi energi fosil (tidak terbarukan) terus mengalami penurunan.

Guna mengantisipasi semakin terbatasnya cadangan energi fosil nasional serta meningkatnya kebutuhan energi masyarakat pemerintah menggalakkan penggunaan EBT. Antara lain penggunaan pembangkit tenaga energi panas bumi, tenaga surya, bioenergi, tenaga air dan tenaga angin.

Tidak hanya itu, pemerintah juga melakukan kebijakan penggunaan biofuel (B-20), yakni pencampuran bahan bakar mesin diesel dengan minyak sawit untuk mengurangi penggunaan energi fosil.

(Baca: Realisasi Biodiesel B100 Perlu Koordinasi Antar Lembaga)

 

Reporter: Fariha Sulmaihati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN