Pertamina Kumpulkan Hampir 4.000 Barel Tumpahan Minyak Blok ONWJ

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Ratna Iskana

8/8/2019, 18.46 WIB

Rata-rata tumpahan minyak dari Blok ONWJ mencapai sekitar 400-500 barel per hari.

pertamina, blok onwj
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Warga dan tentara mengumpulkan limbah tumpahan minyak milik Pertamina yang tercecer di Pesisir Pantai Cemarajaya, Karawang, Jawa Barat, Jumat (24/7/2019). Hingga Rabu (87/8), Pertamina telah kumpulkan hampir 4.000 barel tumpahan minyak Blok ONWJ

Pertamina telah melakukan pengambilan tumpahan minyak yang berasal dari sumur YYA-1 Blok Offshore North West Java (ONWJ) di lepas pantai Karawang, Jawa Barat. Hingga Rabu (7/8), total tumpahan minyak yang terkumpul mencapai 3.965,71 barel.

Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H Samsu mengatakan rata-rata tumpahan minyak per hari yang mampu ditangkap oleh oil boom di laut sekitar 400-500 barel per hari. Sebelumnya Pertamina menyatakan tumpahan minyak yang keluar dari sumur YYA-1 mencapai 3 ribuan barel per hari.

Menurut Dharwaman, angka tersebut merupakan estimasi kemampuan produksi sumur dan untuk menyiapkan peralatan demi menangani tumpahan minyak. "Sebanyak 3000 barel per hari itu kami estimasi berapa alat yang dibutuhkan untuk menanggulangi tumpahan itu," ujar Dharmawan saat konferensi pers di kantor pusat Pertamina, Jakarta (8/8).

(Baca: Menteri LHK: Tumpahan Minyak Blok ONWJ Sudah Masuk Perairan Serang)

Pertamina juga terus membersihkan ceceran sisa tumpahan minyak yang sampai ke daratan. Hingga Rabu (7/8), Pertamina telah mengumpulkan 1,047 juta karung yang berisi pasir pantai bercampur minyak. Rata-rata berat per karung mencapai 4,6 kg dengan setiap karungnya diperkirakan memiliki kandungan minyak sebanyak 10%.

Di tempat yang sama, Komandan Insident Manajement Team Pertamina Taufik Adityawarman menyampaikan, pihaknya saat ini dibanttu oleh 2.970 personil untuk melakukan penanggulangan tumpahan minyak baik di darat maupun di laut. Selain itu, pihaknya juga sudah menyiagakan static oil boom dengan jangkauan seluas 4.700 meter dan beberapa kapal untuk menghadang tumpahan minyak ke bibir pantai.

 "Di Tanjung Priok, tiga hari lalu kami pasang dua set dengan oil boom masing-masing 400 meter. Kemudian ada oil skimmer, tiap hari berkeliling di layer satu yang terkumpul," ujar Taufik.

(Baca: Infografik: 5 Kecelakaan Migas Terparah di Dunia)

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan