KPK Tangkap Jaksa di Yogyakarta, Ada Uang Dugaan Suap Rp 100 Juta

Penulis: Happy Fajrian

20/8/2019, 09.56 WIB

KPK tangkap seorang jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Yogyakarta atas dugaan suap proyek. KPK mengamankan uang Rp 100 juta.

kpk, ott kpk, operasi tangkap tangan, kpk tangkap jaksa
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustras Gedung KPK di Jakarta. KPK pada Senin (19/8) menangkap seorang jaksa dari Kejari Yogyakarta dan tiga orang lainnya atas dugaan suap proyek.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Selasa (20/8) menyegel kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Yogyakarta terkait operasi tangkap tangan (OTT) seorang jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Yogyakarta pada Senin (19/8) malam.

Selain menangkap jaksa, KPK juga menahan tiga orang lainnya yang terdiri dari pihak rekanan atau swasta, serta pegawai negeri sipil (PNS).

"Sebagai bagian dari pengamanan barang bukti, ada tiga lokasi yang diamankan terlebih dahulu dengan 'KPK line'," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta hari ini. Dia menjelaskan ketiga lokasi yang diamankan KPK tersebut yaitu rumah tinggal jaksa Kejari Yogyakarta dan kantor dinas PU, serta rumah rekanan di Solo.

Febri pun menyatakan bahwa jaksa di Kejari Yogyakarta itu ditangkap rumahnya di Yogyakarta setelah terjadi transaksi penerimaan di sana. "Jaksanya kami amankan di rumah yang bersangkutan di Yogyakarta karena diduga telah terjadi transaksi di sana," ungkap dia.

(Baca: [Video] Daftar Kepala Daerah yang Ditangkap KPK Selama 2018-2019)

Sebelumnya, Febri mengungkapkan bahwa OTT tersebut terkait dengan dugaan suap proyek. "Diduga terkait proyek yang diawasi oleh Tim Pengawalan, Pengamanan, Pemerintahan, dan Pembangunan Pusat-Daerah (TP4D)," ujarnya di Jakarta, Senin malam.

Febri juga mengungkapkan bahwa pihak PNS yang ditangkap dalam OTT merupakan pihak yang bertugas mengurusi bidang pengadaan atau proyek.

Dari OTT tersebut, KPK mengamankan uang yang diduga digunakan untuk melakukan suap sekitar Rp 100 juta. Sesuai dengan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana, KPK memilik waktu 1x24 jam untuk menentukan status dari pihak-pihak yang diamankan tersebut.

OTT KPK semalam merupakan tindak lanjut dari informasi yang diterima lembaga anti korupsi tersebut dari masyarakat. "Setelah kami cek di lapangan, diduga sudah terjadi transaksi dan kami menemukan bukti dan mengamankan uang sekitar Rp 100 juta," terang Febri.

(Baca: Mendag Akan Masukkan Importir Kasus Suap Bawang Putih ke Daftar Hitam)

Dia juga menambahkan bahwa KPK akan mendalami lebih lanjut apakah terdapat transaksi-transaksi sebelumnya. "Nanti tentu kami dalami apakah ini penerimaan pertama atau kah ada beberapa penerimaan sebelumnya. Itu bagian dari materi yang akan didalami lebih lanjut," tuturnya.

"Empat orang saat ini dilakukan proses pemeriksaan di Polresta Surakarta. Tentu ada waktu 24 jam untuk kemudian memutuskan status hukum dari perkara ini," kata Febri.

Reporter: Antara

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN