Situasi Papua Kondusif, Wiranto: Masih Ada Provokasi Beberapa Oknum

Penulis: Tri Kurnia Yunianto

Editor: Ekarina

9/9/2019, 15.50 WIB

Seiring dengan mulai kondusifnya situasi keamanan di Papua dan Papua Barat, para petinggi TNI dan Polri kembali ditarik ke Jakarta.

Menko Polhukam Wiranto memberikan keterangan pers terkait kondisi terkini Papua di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (2/9/2019). Menko Polhukam Wiranto menyatakan aktivitas di Papua dan Papua Barat sudah mulai berangsur normal kembali, tapi akses internet
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Menko Polhukam Wiranto memberikan keterangan pers terkait kondisi terkini Papua di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (2/9/2019). Menko Polhukam Wiranto menyatakan aktivitas di Papua dan Papua Barat sudah mulai berangsur normal kembali, tapi akses internet masih tetap dibatasi oleh pemerintah dan akan segera dibuka kembali saat kondisi sudah kondusif.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia (Polhukam), Wiranto menyebut saat ini kondisi keamanan di Papua dan Papua Barat sudah kondusif. Kendati demikian, masih ada beberapa provokasi dari oknum masyarakat.

Dia  mengatakan, seluruh aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat sudah berjalan seperti biasanya. "Per 9 September situasi di Papua dan Papua Barat sudah kondusif. Namun, masih ada provokasi-provokasi oleh beberapa oknum," ujar Wiranto di sela rapat koordinasi tingkat menteri, Senin (9/9).

Seiring dengan mulai kondusifnya situasi keamanan di Papua dan Papua Barat, para petinggi TNI dan Polri kembali ditarik ke Jakarta untuk melaporkan pada Presiden Joko Widodo. 

(Baca: Wiranto dan Moeldoko Tuding Benny Wenda Aktor Rusuh di Papua)

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dikabarkan ikut berkantor di Papua selama 4 hingga 10 hari guna memulihkan situasi keamanan, pasca demonstrasi yang berakhir ricuh di beberapa lokasi di wilayah tersebut.

Selain masalah keamanan, dia juga menyatakan, beberapa waktu terakhir terjadi eksodus besar-besaran dari mahasiswa Papua yang belajar di luar daerah karena merasa tidak aman belajar di luar daerah.

Namun, dia belum menghitung jumlah mahasiswa yang memilih pulang ke kempung halaman dengan alasan keamanan. "Ini juga akan kami bahas pada rapat hari ini," ujarnya.

(Baca: Wiranto Bantah Pemerintah Minta Bantuan AS Tangani Kisruh Papua)

Menurut Wiranto, kerusuhan di Papua dan Papua Barat terjadi karena konspirasi oleh oknum di dalam negeri dan luar negeri.

Ketua Persatuan Gerakan Pembebasan untuk Papua Barat (ULMWP) Benny Wenda pun saat ini menjadi salah satu terduga dalang kerusuhan Papua akibat dari informasi bohong yang disebarkannya melalui internet.

"Unjuk rasa dan kerusuhan dipicu dan diorganisir oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB)  dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP)," kata dia.



 

 

Reporter: Tri Kurnia Yunianto

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan