Temui Forum Rektor, Menristek Nasir Minta Mahasiswa Kembali ke Kampus

Penulis: Tri Kurnia Yunianto

Editor: Happy Fajrian

3/10/2019, 18.45 WIB

Menurut Nasir penolakan mahasiswa terkait revisi UU dapat didiskusikan secara akademis di kampus terlebih dahulu, tidak langsung turun ke jalan.

menristek, mohamad nasir, mahasiswa kembali ke kampus
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir meminta agar mahasiswa kembali ke kampus. Penolakan mahasiswa terkait revisi UU dapat didiskusikan secara akademis di kampus terlebih dahulu, tidak langsung turun ke jalan.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti), Mohamad Nasir meminta agar mahasiswa segera kembali ke kampus dan menahan diri dari tindakan melanggar hukum. Hal tersebut dia sampaikan setelah bertemu dengan rektor perguruan tinggi se-Indonesia dalam forum rektor.

"Forum rektor tadi menyerahkan surat pernyataan komitmen para rektor di Indonesia terhadap suasana yang ada sekarang. Semua pihak termasuk pemerintah untuk menahan diri tidak melakukan ujaran kebencian, bahkan ke tindak anarkis," ujar Mohamad Nasir, Kamis (3/10).

Ia menambahkan, forum rektor juga mendorong semua produk hukum yang berupa undang-undang bisa dibahas secara musyawarah dengan semua orang termasuk mahasiswa sehingga asas keterbukaan dan kepercayaan semakin meningkat. Selain itu, hak masyarakat untuk melakukan unjuk rasa menyampaikan pendapat juga harus dilindungi.

(Baca: Video: Harapan Mahasiswa untuk Wakil Rakyat Baru)

Meski begitu, ia mengajak mahasiswa untuk kembali kampus. Penolakan yang dilakukan mahasiswa harus didiskusikan secara akademis. "Kalau ada revisi RUU ya harusnya didiskusikan dulu di kampus, bukan langsung turun ke jalan," kata dia.

Sebelumnya, gelombang demonstrasi memang begitu marak dilakukan akhir-akhir ini oleh berbagai kalangan baik itu pelajar, mahasiswa maupun buruh. Mereka menuntut beberapa revisi RUU Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan RUU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dibatalkan.

Dalam unjuk rasa yang berujung kerusuhan, beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat dan Lembaga Bantuan Hukum menyebut ada beberapa mahasiswa yang mengalami tindak kekerasan dan penculikan. Mohamad Nasir mengaku belum mendengar adanya kabar tersebut.

Namun, jika memang terjadi penculikan ia meminta masyarakat untuk menyerahkan kasusnya pada pihak yang berwajib. "Serahkan saja pada pihak yang berwenang. Percayakan pada mereka," kata dia.

(Baca: Demonstrasi Berujung Rusuh, Pengelola Mal Merugi)

Reporter: Tri Kurnia Yunianto

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan