Triangle Kaji Mendalam Sumur Blok Pase Setelah Hentikan Pengeboran

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Ratna Iskana

9/10/2019, 19.19 WIB

Triangle telah menghentikan pengeboran sejak Mei 2019 karena pipa pengeboran terjepit sebanyak tiga kali hingga menyebabkan dua kali lost in hole.

BPMA, Blok Pase
Katadata
Ilustrasi, rig migas. Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menyebut Triangle memutuskan menunda pengeboran sumur di Blok Pase setelah tiga kali pipa terjepit.

Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menyatakan Triangle Pase Inc (TPI) belum melanjutkan pengeboran di sumur Pase B-P1 side track Blok Pase sejak Mei 2019 lalu. Pasalnya, perusahaan tersebut masih mengkaji secara mendalam karakteristik sumur di Blok Pase. 

"TPI akan mengkaji lebih dalam terkait geomechanics dan well integrity sumur B-P1 side track sebelum memutuskan untuk melanjutkan pengeboran," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) Azhari Idris kepada Katadata.co.id, Rabu (9/8).

Lebih lanjut dia menjelaskan Sumur Pase B-P1 side track telah ditajak pada tanggal 1 Mei 2019 dan mencapai kedalaman akhir 8140 ftMD pada tanggal 16 Mei 2019 dari target kedalaman 10881 ftMD.  Namun Triangle mengalami kesulitan pengeboran karena sudut yang tinggi serta melewati formasi cekungan baong shale yang dikenal sangat reaktif. 

(Baca: Mata Bor Tersangkut Berulang Kali, Pengeboran di Blok Pase Dihentikan)

Akhirnya terjadi tiga kali pipa terjepit. Pertama, pada kedalaman 7610 ftMD. Saat itu pipa berhasil dibebaskan dengan mengunakan metode jarring down

Kedua pada kedalaman 6957 ftMD. Namun usaha melepaskan jepitan tidak berhasil akibatnya terjadi lost in hole. Triangle pun menutup lubang tersebut dengan semen di kedalaman 5555 ftMD.

Kemudian yang ketiga, TPI mengebor dengan metode sidetrack baru di kedalaman 5575 ftMD sampai kedalaman 7524 ftMD. Namun mengalami pipa terjepit di kedalaman 7120 ftMD dan usaha bebaskan jepitan tidak berhasil akibatnya terjadi lost in hole yang kedua.

"Dari permasalahan tersebut diatas TPI memutuskan untuk melakukan temporary suspend," ujarnya.

Sebelumnya, Deputi Operasi dan Perencanaan BPMA Teuku Muhammad Faisal menyebut jika proses pengeboran tersebut berhasil, maka ada tambahan produksi sebesar 10 Juta Standar Kaki Kubik per Hari (MMscfd). Produksi gas Blok Pase yang berasal dari Lapangan Pase A dan B saat ini hanya sekitar 2 MMscfd.

Penambahan produksi gas diperlukan karena TPI telah berkontrak dengan PT Pertamina Gas (Pertagas) untuk memasok gas sekitar 10 MMscfd. "Pertagas masih menunggu karena ini kan sumurnya sumur lama jadi harapannya di B-P1 bisa mengangkat gas lagi," kata Faisal.

(Baca: Tingkatkan Produksi Migas Blok Pase, Triangle Lakukan Perawatan Sumur)

 

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan