Gaji hingga Tunjangan ASN Naik, Belanja Kementerian 2019 Capai 102,4%

Penulis: Agatha Olivia Victoria

Editor: Desy Setyowati

7/1/2020, 17.08 WIB

Sri Mulyani menjelaskan, realisasi belanja yang melebihi target ini karena gaji dan tunjangan PNS hingga iuran BPJS Kesehatan naik.

Gaji hingga Tunjangan PNS Naik, Belanja Kementerian dan Lembaga 2019 Lampaui Target
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Ilustrasi, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan keterangan pers tentang realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 per akhir Oktober di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (18/11/2019).

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, realisasi sementara belanja kementerian dan lembaga (K/L) mencapai Rp 876,4 triliun pada tahun lalu. Nilai tersebut mencapai 102,4% atau melebihi pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 yang sebesar Rp 855,4 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, belanja K/L yang melebihi pagu itu terjadi karena program dan agenda strategis terus dikerjakan. "Tahun lalu, kenaikan tunjangan kinerja dan gaji pegawai terus meningkat,” kata dia saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (7/1).

Selain gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS), iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan dana penanggulangan bencana naik. Hal ini juga menjadi faktor penyebab belanja K/L 2019 melebihi pagu anggaran.

(Baca: Target Pajak Tak Tercapai pada 2019, Kurang Ratusan Triliun)

Penyerapan belanja Polri merupakan yang tertinggi dibanding 9 K/L lain yang mendapat anggaran terbesar. Realisasi belanja Polri mencapai 114,7% dari pagu anggaran pada tahun lalu.

Menurut Sri Mulyani, belanja Polri yang melebihi pagu itu karena ada revisi anggaran untuk gaji dan tunjangan kinerja yang naik. “Maka, kami tambahkan dari bendahara umum negara ke belanja lembaga," ujar dia.

Kemudian, penyerapan anggaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merupakan yang tertinggi kedua, yakni 113,7% dari pagu Rp 58,7 triliun. Hal ini tidak terlepas dari iuran BPJS Kesehatan yang naik.

Dalam hal ini, pemerintah membayarkan selisih kenaikan iuran peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan. (Baca: Membengkak dari Target, Defisit APBN 2019 Tembus Rp 353 Triliun)

Selanjutnya, belanja Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) juga melebihi pagu anggaran, yakni 108,5% atau Rp 44,8 triliun. Belanja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) juga mencapai 101,7% dari pagu atau Rp 36,6 triliun.

Sri Mulyani menjelaskan, realisasi belanja kedua kementerian itu karena ada anggaran tambahan untuk rehabilitasi sekolah. Selain itu, gaji dan tunjangan kinerja guru serta dosen meningkat.

Realisasi belanja Kementerian Pertahanan juga mencapai 105,8% dari target Rp 108,4 triliun. Kementerian yang dipimpin Prabowo itu membelanjakan Rp 114,6 triliun pada tahun lalu. “Karena ada perpindahan anggaran untuk tunjangan," kata Sri Mulyani.

Lalu, realisasi belanja Kementerian Agama mencapai 104,4% dari target. (Baca: Jokowi Minta Para Menteri Percepat Belanja Modal di Awal 2020)

Sedangkan belanja Kementerian Sosial, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Kementerian Keuangan masing-masing 98%, 97,2%, 93,4% dan 89,5% dari APBN 2019.

 

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan