Rupiah Menguat 0,53% dan Terbaik di Asia Berkat Komentar The Fed

Penulis: Agatha Olivia Victoria

Editor: Ekarina

30/6/2020, 09.53 WIB

Kekhawatiran pasar terhadap peningkatan penyebaran virus Covid-19 belum sirna.

Rupiah Menguat 0,53% dan Terbaik di Asia Berkat Komentar The Fed.
ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj.
Karyawan menghitung uang rupiah dan dolar AS di Bank Mandiri Syariah, Jakarta, Senin (20/4/2020). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menguat pada perdagangan Selasa (30/6) dipicu oleh komentar The Fed.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Nilai tukar rupiah pada perdagangan pasar spot pagi ini, Selasa (30/6) dibuka menguat 0,53% ke level Rp 14.170 per dolar Amerika Serikat(AS). Pengutan rupiah salah satunya masih dipicu oleh sentimen global, khususnya komentar Bank Sentral AS, The Fed yang akan mempertahankan suku bunga rendah.

Rupiah menguat bersamaan dengan hampir semua mata uang Asia. Mengutip Bloomberg, dolar Singapura naik 0,21% diikuti dolar Taiwan 0,2%, won Korea Selatan 0,21%, peso Filipina 0,22%, rupee India 0,08%.

Adapun yuan Tiongkok 0,18%, ringgit Malaysia 0,12%, dan baht Thailand menguat 0,05%. Penurunan hanya dialami yen Jepang  0,1% dan dolar Hong Kong stagnan.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, sebagian aset berisiko kelihatan positif. "Ini seiring adanya komentar tertulis Gubernur The Fed yang akan mempertahankan suku bunga sangat rendah dalam jangka waktu lama," kata Tjendra kepada Katadata.co.id, Selasa (30/6).

(Baca: Rupiah Loyo ke 14.245 per Dolar AS di Tengah Penguatan Mata Uang Asia)

Kebijakan tersebut ditempuh bank sentral AS guna mempercepat pemulihan ekonomi Negeri Paman Sam selama pandemi. Di sisi lain, sentimen positif datang dari data indeks manufaktur dan non-manufaktur  Tiongkok periode Juni yang menunjukan peningkatan.

IHS Markit mencatat, purchasing managers index (PMI) manufaktur Tiongkok periode Juni naik dari 50,6 menjadi 50,9. Hal ini menandakan telah terjadi ekspansi pada industri manufaktur Tiongkok. 

Kendati demikian, Tjendra menyebutkan kekhawatiran pasar terhadap peningkatan penyebaran virus Covid-19 masih belum sirna. Melansir laman Worldometers, kasus positif corona masih terus bertambah hingga mencapai 10,4 juta pada pagi hari ini.

(Baca: Pasar Cemas Kasus Corona Meningkat, Rupiah Tertekan ke Rp 14.225 )

Dari kasus tersebut, korban meninggal akibat virus mencapai 508.077 dengan kesembuhan 5,67 juta orang. Amerika Serikat masih menjadi negara dengan kasus positif tertinggi yakni 2,68 juta orang, disusul Brazil 1,37 juta, Rusia 641.156, India 567.536, dan Inggris 311.965. Sementara di Indonesia, kasus Covid-19 melonjak hingga 55.092.

Dengan adanya tarik-menarik kedua sentimen tersebut,  Tjendra memperkirakan rupiah berpotensi melemah atau menguat tipis hari ini. "Rupiah berpotensi berada di level Rp 14.150-14.300 per dolar AS," ujarnya.

Adapun pergerakkan rupiah sepanjang pekan lalu bisa dilihat dalam databoks berikut:

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan