Lawan Dominasi Cina, AS Setop Impor Logam Tanah Jarang Mulai 2026

Happy Fajrian
15 Januari 2022, 20:51
logam tanah jarang, amerika, cina,
ANTARA FOTO/Anindira Kintara/Lmo/wsj.
Ilustrasi.

Senat Amerika Serikat (AS) memperkenalkan rancangan undang-undang (RUU) baru yang akan memaksa kontraktor pertahanan untuk berhenti membeli logam tanah jarang dari Cina mulai tahun 2026.

AS melalui Departemen Pertahanan atau Pentagon, akan berupaya untuk meningkatkan persediaan mineral strategis itu di dalam negeri untuk industri pertahanannya.

Ini menjadi upaya terakhir AS untuk menggoyang dominasi Cina pada sumber daya mineral yang menjadi bahan baku penting pembuatan alat berteknologi tinggi, termasuk alat pertahanan seperti senjata dan kendaraan tempur.

Logam tanah jarang merupakan sekelompok 17 logam yang setelah diproses, dapat digunakan untuk membuat magnet yang penting untuk memproduksi kendaraan listrik, persenjataan, dan elektronik.

AS merupakan pionir dalam pengembangan logam tanah jarang yang dimulai sejak masa Perang Dunia II. Bahkan magnet, dari hasil pemrosesan logam tanah jarang, yang paling banyak digunakan di dunia saat ini dikembangkan oleh ilmuwan Negeri Paman Sam.

Namun saat ini Cina menjadi yang terdepan dalam produksi dan penguasaan sumber daya mineral ini selama 30 tahun terakhir. Sementara AS hanya memiliki satu tambang logam tanah jarang dan tidak memiliki kemampuan untuk memprosesnya. Simak databoks berikut:

“Mengakhiri ketergantungan Amerika pada Cina untuk ekstraksi dan pemrosesan logam tanah jarang sangat penting untuk membangun sektor pertahanan dan teknologi AS,” kata Senator Tom Cotton dari partai Republik yang mensponsori UU ini, seperti dikutip Reuters (15/1).

Cotton menambahkan bahwa dominasi Cina di industri logam tanah jarang dunia merupakan buah dari kebijakan yang dijalani AS selama ini. Sehingga UU baru ini diharapkan dapat sedikit mengurangi dominasi Negeri Panda.

RUU yang bernama Restoring Essential Energy and Security Hodings Onshore for Rare Earths Act of 2022 akan mengkodifikasi dan membuat peningkatan persediaan logam tanah jarang oleh Pentagon.

Cina pada 2010 menggunakan mineral ini sebagai alat politik dengan menghentikan ekspor untuk menekan Jepang yang menahan kapal nelayannya dan juga telah mengancam AS untuk melakukan hal yang sama.

Namun masih terdapat paradoks dalam upaya peningkatan cadangan/persediaan logam tanah jarang Amerika. Sebab, Pentagon membeli sebagian pasokan dari Cina. Proses produksi mineral ini bisa sangat mencemari, oleh karena itu tidak populer di Amerika.

Saat ini peneliti tengah mencari cara untuk membuat proses produksi logam tanah jarang lebih bersih dan ramah lingkungan.

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...