16 Provinsi Catatkan Tren Kenaikan Kasus Covid-19 Pekan Ini

Satgas Covid-19 mencatat ada 16 provinsi yang menunjukkan tren peningkatan kasus positif corona. Salah satunya Jakarta.
Image title
18 Mei 2022, 19:42
covid-19, virus corona, pandemi corona, banten, jakarta, jawa timur
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.
Warga berjalan di dekat mural bertema pencegahan penyebaran Covid-19 di Jakarta, Rabu (2/3/2022).

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satuan Tugas Penanggulangan (Satgas) Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengungkapkan, ada 16 provinsi yang mencatatkan tren kenaikan kasus positif virus corona pekan ini.

Tiga provinsi yang paling banyak melaporkan peningkatan kasus Covid-19 minggu ini yaitu DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Timur. Sebanyak 16 provinsi ini merupakan tujuan atau asal pemudik lebaran 2022.

"Kabar baiknya, kenaikkan pada provinsi-provinsi tersebut belum merupakan lonjakan yang signifikan. Angka ini perlu ditekan dan dipertahankan bersama," ujar Wiku saat konferensi pers, Rabu (18/5).

Secara nasional, tren kasus aktif Covid-19 menurun menjadi 0,08% pada pekan terakhir. Angka ini 4% di bawah rata-rata kasus dunia.

Advertisement

Wiku mengingatkan agar masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan dan tetap menjaga kedisiplinan. Hal ini merupakan kunci pengendalian kasus Covid-19.

"Upaya ini perlu diperkuat dengan kesadaran tinggi untuk dites apabila memiliki riwayat perjalanan jarak jauh, mengunjungi lokasi keramaian, serta saat merasa kurang sehat dan bergejala,” ujar dia.

Dia juga mengimbau pimpinan daerah di provinsi yang mengalami kenaikan kasus positif Covid-19 untuk segera mencegah lonjakan. Caranya, terus menggencarkan testing, tracing, dan treatment.

Ia mengajak masyarakat untuk senantiasa melindungi kelompok rentan yang ada di sekitar, seperti penderita komorbid, anak-anak, lansia hingga yang belum mendapatkan vaksin.

Wiku menekankan bahwa pandemi Covid-19 mengajarkan masyarakat tentang pentingnya pencegahan sedini mungkin apabila menghadapi ancaman kesehatan.

"Walaupun pemerintah gencar melakukan relaksasi, prinsip kehati-hatian akan tetap diperhatikan. Kami mohon masyarakat amanah dalam menjalankannya dan senantiasa waspada dan adaptif dengan berbagai perubahan kedepannya," ujarnya.

Reporter: Dudi Sholachuddin Triambudi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait