Panik Belanja Akibat Wabah Corona, Peretail Jamin Stok Barang Cukup

Himpunan pengusaha retail mengimbau masyarakat untuk tak panik, karena stok barang yang dimiliki gerai saat ini dalam jumlah cukup.
Image title
Oleh Ekarina
2 Maret 2020, 20:34
Imbau Masyarakat Tak Panik, Asosiasi Toko Retail: Stok Sembako Aman.
ANTARA FOTO/R. Rekotomo
Seorang pengunjung tengah berbelanja di gerai retail. Masyarakat diimbau agar tidak panik dengan membeli kebutuhan berlebihan, karena stok barang yang dimiliki gerai retail saat ini dalam jumlah cukup.

Virus corona telah menjangkit ke Indonesia setelah dua warga negara Indonesia (WNI) diketahui positif terinfeksi virus. Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) menghimbau masyarakat agar tidak panik dengan membeli kebutuhan berlebihan, karena stok barang yang dimiliki gerai retail saat ini dalam jumlah cukup.

Ketua Umum HIPPINDO Budihardjo Iduansjah mengatakan, persediaan barang di gerai anggota himpunan retail ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kami telah berkoordinasi dengan asosiasi produsen dan supplier distributor untuk memastikan persediaan guna mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat," kata  dalam keterangan resmi, Senin (2/3).

Himpunan pengusaha yang beranggotakan lebih dari 200 perusahaan retail dengan sebaran lebih dari 50 ribu gerai retail di seluruh Indonesia ini berkomitmen mendukung pemerintah dalam mengambil langkah-langkah yang diperlukan atas persoalan kesehatan global yang merebak di seluruh dunia.

Advertisement

(Baca: Selamatkan Rupiah dari Corona, BI Borong Surat Utang Negara Rp 103 T)

Hal senada juga diungkap Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N. Mandey. Pihaknya menghimbau masyarakat Indonesia tidak melakukan panic buying akibat fobia wabah corona di Indonesia.

Menurutnya, anggota peritel modern selalu siap untuk hadir dan memenuhi kebutuhan pangan maupun non pangan masyarakat di seluruh Indonesia.

"Karena tindakan yang berlebihan ini justru membuat kepanikan baru di saat seluruh kebutuhan masyarakat sebetulnya dapat terpenuhi," ujar Roy dalam keterangan resmi, Senin (2/3).

Vice President Corporate Communications Transmart Carrefour Satria Hamid juga mengatakan, kendati terjadi lonjakan pembelian saat ini, pihaknya memastikan hingga saat ini tidak ada kenaikan harga.

Stok seluruh kebutuhan juga dipastikan masih akan mencukupi, sehingga masyarakat diminta untuk melakukan pembelian dengan bijak.

"Stok masih cukup kalaupun nanti terjadi kehabisan stok akan segera ditambah agar tak terjadi kelangkaan barang. Kami juga mengimbau masyarakat untuk membeli barang-barang dengan bijak," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan dua WNI terjangkit virus corona. Keduanya merupakan ibu berusia 64 tahun dan putrinya 31 tahun.

Menurut Terawan, keduanya terjangkit virus corona setelah kontak dengan warga negara Jepang berusia 41 tahun. Warga negara asing (WNA) tersebut terdeteksi positif virus corona ketika berada di Malaysia.

(Baca: Virus Corona Masuk ke RI, Gerai Retail Diserbu Pembeli)

Dua WNI dan warga negara Jepang yang terjangkit virus corona tersebut merupakan teman dekat. Setelah bertemu dengan WNA itu, keduanya mengalami batuk, pilek, dan sesak nafas.

Kementerian Kesehatan pun mengetes kesehatan kedua WNI tersebut kemari (1/3). Hasil tes tersebut menyatakan keduanya terjangkit virus corona. Presiden Joko Widodojuga telah meminta masyarakat tak panik terkait hal ini.

Sebab, pemerintah telah melakukan berbagai persiapan dalam mengantisipasi maupun menangani kasus tersebut.

Saat ini, sudah ada lebih dari 100 rumah sakit yang memiliki ruang isolasi dengan standar yang baik. Peralatan yang dimiliki Indonesia pun sudah berstandar internasional.

Selain itu, Indonesia telah memiliki reagen yang cukup untuk mendeteksi virus corona. Sudah ada tim gabungan TNI, Polri, dan sipil yang khusus menangani persoalan tersebut. Pemerintah juga menerapkan standar internasional dalam menangani kasus tersebut.

“Kami juga miliki anggaran dan sudah diprioritaskan. Karena kalau tidak serius, ini sangat berbahaya karena penyakit ini perlu kita waspadai,” kata Jokowi.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait