Dongkrak Kepercayaan Konsumen, Peretail Minta Pemerintah Jaga Inflasi

Pemerintah memperketat kontrol harga bakal untuk menjaga inflasi pada Desember untuk menjaga inflasi tetap sesuai target 3,5%.
Michael Reily
3 Desember 2018, 19:48
Perdagangan dan Retail
Arief Kamaludin | Katadata
Sejumlah pembeli berbelanja di Pasar Swalayan Tip Top, Jakarta, Senin, (21/07). Jelang Iedul Fitri 1435 H, masyarakat menyerbu pusat perbelanjaan untuk mendapatkan potongan harga untuk produk-produk retail.

Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) mengapresiasi kinerja pemerintah dalam menjaga level inflasi sepanjang 2018. Pengusaha meminta upaya itu terus dilakukan  agar kepercayaan konsumen untuk berbelanja terus meningkat.

Ketua Umum Aprindo Roy Mandey menjelaskan kemampuan pemerintah untuk mengontrol harga merupakan upaya untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat. "Apalagi, konsumsi rumah tangga  menjadi andalan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Roy di Jakarta, Senin (3/12)

(Baca: Banyak Acara Pemerintah, Inflasi November 0,27% Terkerek Tiket Pesawat)

Langkah Kementerian Perdagangan mengintervensi harga bahan pokok di tengah sinyalemen kenaikan harga menjelang akhir tahun 2018 juga diapresiasi. Sebab, permintaan yang tinggi saat Natal dan Tahun Baru kerap menjadi penyebab inflasi.

Advertisement

Saat ini, harga bahan pokok yang berada di pasar menurutnya cenderung lebih stabil. "Selain itu, produk pilihan masyarakat yang semakin banyak juga menjadi penentu harga," ujarnya.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perdagangan (BPPP) Kementerian Perdagangan Kasan mengungkapkan  untuk menjaga harga dan memantau ketersediaan pasokan instansinya telah mengadakan rapat koordinasi di daerah. Salah satu yang menjaid fokus pemerintah saat ini terkait harga dan stok bahan makanan.

Kasan menyebut akan terus memperketat kontrol harga bakal untuk menjaga inflasi pada Desember untuk mencapai target inflasi 3,5%. "Kami akan terus intensifkan koordinasinya," katanya. (Baca juga: BI Revisi Proyeksi Inflasi Tahun Ini Lebih Rendah Jadi 3,2%)

Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini mengumumkan inflasi bulanan  pada November tercatat sebesar 0,27%. Dengan perkembangan tersebut, inflasi tercatat sebesar 2,5% (year to date) dan 3,23% (year on year). Penyumbang utama inflasi November  berasal dari kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,10%.

Bahan pangan juga menyumbang inflasi. Kenaikan harga beras menyumbang inflasi sebesar 0,03%. Sementara kenaikan harga bawang merah berkontribusi pada inflasi 0,04%. Namun, beberapa bahan pangan lainnya seperti cabai merah, daging ayam ras, buah, dan minyak goreng tercatat mengalami penurunan harga sehingga menyumbang deflasi.

Reporter: Michael Reily
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait