Sejumlah Menteri Siap Beri Laporan Penggunaan Biodiesel ke Jokowi

Penggunaan biodiesel 20% tengah digenjot pemerintah sebagai upaya menekan impor minyak dan gas (migas).
Michael Reily
20 Juli 2018, 08:23
biodiesel
Arief Kamaludin | Katadata

Pemerintah  mendorong optimalisasi konsumsi  biodisel di dalam negeri sebagai upaya menekan impor minyak dan gas (migas) dan mengurangi polusi. Rapat Koordinasi Terbatas (Ratas) terkait komitmen penggunaan telah digelar kemarin malam, Kamis (19/7) oleh sejumlah menteri di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk kemudian segera dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo.

"Tadi persiapannya,  nanti akan dilaporkan ke presiden," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

Mandatori penggunaan minyak kelapa sawit sebesar 20% sebagai bahan campuran solar (B20) pada kendaraan sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 12 Tahun 2015. Regulasi menetapkan tahapan kewajiban minimal pemanfaatan biodiesel sebagai campuran bahan bakar minyak.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan penggunaan B20 untuk transportasi sudah cukup. “Kami juga coba B7 untuk kereta api,” ujar Budi.

Advertisement

Namun, untuk penggunaan B30, dia mengaku penggunaannya masih konservatif tapi kajiannya masih dilakukan secara bertahap.

(Baca :  Luhut Targetkan Seluruh Kendaraan Pakai Biodiesel 20% Tahun ini)

Menteri BUMN Rini Soemarno juga menekankan bakal menyampaikan laporan besok. Hal ini terkait dengan peran PT Pertamina (Persero)  sebagai penyalur biodiesel bersubsidi (Public Service Obligation /PSO) ke masyarakat.

Selain untuk sektor bersubsidi, penggunaan biodiesel 20% ke sektor non subsidi (non-PSO) saat ini juga terus digodok. 

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pihaknya hingga saat ini masih mendata jenis industri apa saja yang kemungkinan bahan bakar campuran nabati ini. Selain itu, dia juga tengah mengkaji penyaluran insentifnya melalui badan usaha swasta. “Kami cek mekanismenya,” kata Airlangga.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan pun menargetkan biodisel sudah bisa diimplementasikan pada seluruh kendaraan bermesin disel pada akhir tahun ini. Dia menilai mesin-mesin kendaraan di dalam negeri sudah siap menggunakan bahan bakar campuran ini.

(Baca: Tes Jalan Biodiesel B30 Mulai Agustus 2019)

"Semua kendaraan sudah diuji, semuanya tidak ada masalah. Sekarang kami mau lari ke B30. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang melakukan itu," kata Luhut.

Dia mengakui ada beberapa hal yang masih kurang pada penerapan teknologi kendaraan B20. Namun, Luhut memastikan teknologinya akan segera diperbaiki.

"Jangan kita apriori kepada teknologi kita. Memang iya masih banyak (kurangnya), tapi kan kalaubkita tidak ada kecintaan pada teknologi kita, kapan lagi? Kita harus dukung itu," ujarnya.

Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait