Penyaluran KUR Naik Periode Juni, Imbas Relaksasi dan PSBB Transisi

PSBB menurunnya aktivitas ekonomi sehingga turut mempengaruhi bisnis UMKM dan permintaan KUR baru.
Image title
2 Juli 2020, 10:35
Penyaluran KUR Naik Periode Juni, Akibat Relaksasi dan PSBB Transisi.
ANTARA FOTO/Adwit B Pramono/pras.
Perajin merapikan dagangan anyaman bambu dan kayu di Desa Kinilow, Tomohon, Sulawesi Utara, Senin (29/6/2020). Penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) periode Juni kembali meningkat usai adanya relaksasi dan dimulainya PSBB transisi.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyebut, realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) periode Januari hingga 31 Mei 2020 sebesar Rp 65,86 triliun kepada 1,9 juta debitur. Angka ini setara 34,66% dari target penyaluran sepanjang tahun ini sebesar Rp 190 triliun.

Meski demikian, pemerintah mengakui penyaluran KUR mengalami perlambatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 

"Perlambatan KUR terjadi akibat penerapan kebijakan physical distancing, social distancing, dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa provinsi," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan resmi, Kamis (2/7). 

Hal itu menurunnya aktivitas ekonomi sehingga turut mempengaruhi bisnis UMKM dan permintaan KUR baru.

Advertisement

(Baca: BRI Restrukturisasi Kredit 2,7 juta Debitur Rp 164 T Hingga Akhir Juni)

Kendati demikian, bersamaan dengan PSBB transisi, penyaluran KUR dinilai meningkat signifikan mulai pekan kedua Juni 2020. Hal ini juga dipengaruhi oleh adanya  kemudahan syarat pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada masa pandemi Covid-19. 

“Diharapkan kondisi tersebut akan terus berlanjut sehingga ekspansi kredit nasional dapat meningkat dan pemulihan ekonomi nasional dapat lebih cepat,” katanya. 

Data dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) menunjukkan bahwa BRI fokus melakukan restrukturisasi kredit pada April 2020 sebesar 79,4% dan Mei 2020 sebesar 82,7%. Namun sejak minggu ketiga Juni 2020, porsi ekspansi kredit mikro telah mencapai 78,2% dan restrukturisasi hanya tinggal 21,8%.

Bahkan pada akhir minggu ketiga Juni 2020, ekspansi total kredit kecil di BRI telah mencapai lebih dari Rp 1 triliun per hari atau sudah mendekati penyaluran kredit kecil pada masa normal. Sebagai informasi, BRI adalah bank penyalur terbesar KUR dengan pangsa 64%.

Airlangga menambahkan, pemerintah terus berupaya memulihkan ekonomi nasional selama masa pandemi dan mengurangi dampak bagi usaha kecil. Anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 607,65 triliun pun ditujukan untuk menjaga daya beli dan mengurangi dampak covid-19 terhadap perekonomian.

Khusus bagi UMKM, dukungan tersebut diberikan dalam bentuk subsidi bunga, insentif pajak dan penjaminan untuk kredit modal kerja baru UMKM. Total subsidi bunga yang dianggarkan mencapai Rp35,28 triliun dengan target penerima 60,66 juta rekening.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 6 Tahun 2020. Dalam Permenko tersebut, pemerintah memberikan relaksasi penundaan angsuran pokok dan pemberian tambahan subsidi bunga KUR sebesar 6% selama 3 bulan pertama dan 3% selama 3 bulan berikutnya.

(Baca: Kisah UMKM Menghadapi Pandemi Disokong Pemodal hingga Lapak Digital)

Berikutnya, diberikan pula relaksasi berupa perpanjangan jangka waktu, penambahan limit plafon dan penundaan kelengkapan persyaratan administrasi pengajuan KUR.

Berdasarkan data posisi akhir Mei 2020 yang disampaikan 14 penyalur KUR, fasilitas bantuan tersebut telah dimanfaatkan cukup signifikan oleh debitur. Penggunaan fasilitas tersebut terlihat pada rincian sebagai berikut:

a. Tambahan subsidi bunga KUR diberikan kepada 1.449.570 debitur dengan baki debet Rp 46,1 triliun.

b. Penundaan angsuran pokok paling lama 6 bulan diberikan kepada 1.395.009 debitur dengan baki debet Rp 40,7 triliun.

c. Relaksasi KUR, berupa perpanjangan jangka waktu diberikan kepada 1.393.024 debitur dengan baki debet Rp 39,9 triliun.

 

 

Reporter: Rizky Alika
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait