Pertamina Tak Bisa Produksi Blok ONWJ Hingga 33 Ribu BOPD Pada 2020

Pertamina tak dapat tambahan produksi dari Blok ONWJ karena bocornya sumur YYA-1 sejak 12 Juli 2019.
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
24 September 2019, 20:17
Pertamina, Blok ONWJ
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi, logo Pertamina. Pertamina mengaku kehilangan produksi migas akibat bocornya sumur YYA-1 Blok ONWJ.

Pertamina kehilangan potensi produksi migas akibat bocornya sumur YYA-1 Blok Offshore North West Java (ONWJ). Padahal proyek tersebut diharapkan dapat menambah produksi Blok ONWJ sebesar 3.000 barel minyak per hari (bopd) dan 20 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd) pada tahun ini.

Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H. Samsu pun memproyeksi produksi Blok ONWJ hingga tahun depan hanya berkisar 30 ribu bopd dari proyeksi sebesar 33 ribu bopd. "Sekarang starting point-nya jadi 30 ribu bopd, jadi ibaratnya kami mulai dari angka itu lagi untuk tahun depan," kata Dharmawan saat ditemui di Gedung Pusat Pertamina, Senin (23/9).

Pertamina pun akan melaporkan estimasi produksi tersebut kepada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk dipertimbangkan dalam rencana kerja dan anggaran Blok ONWJ tahun depan. "Harus komunikasi dengan SKK untuk work program karena gross split, ada tanda tangan dan sebagainya. Ada angka yang baru, kami perlu waktu," kata dia.

(Baca: Ada Gelembung Gas di Blok ONWJ, Target Lifting Migas Bisa Tak Tercapai)

Ini lantaran Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) berharap proyek YY tetap bisa dilanjutkan pada tahun depan. Apalagi proyek YY diharapkan menjadi penyumbang lifting migas nasional.

Adapun SKK Migas menargetkan  proyek YY dapat menyumbang minyak sebesar 4.000 bopd dan gas sebesar 25 MMSCFD. Kebocoran sumur YYA-1 pun menjadi salah satu faktor tak tercapainya lifting migas hingga semester I 2019.

Selain kehilangan tambahan produksi migas, bocornya sumur YYA-1 juga menyebabkan kurangnya pasokan gas untuk kebutuhan industri di wilayah Jawa Barat. "Gas selalu dibutuhkan untuk industri di Jawa Barat, ada pupuk, industri umum sangat dibutuhkan," kata Dharmawan.

Di sisi lain, Pertamina baru bisa menyumbat sumber kebocoran gas dari sumur YYA-1 ONWJ pada Sabtu (21/9). Perusahaan plat merah tersebut menargetkan penutupan sumur secara permanen dapat selesai pada 1 Oktober 2019.

(Baca: Pertamina Target Sumur YYA-1 Blok ONWJ Tutup Permanen Akhir Bulan Ini)

Reporter: Verda Nano Setiawan

Video Pilihan

Artikel Terkait