Temuan Cadangan Migas Blok South East Madura Sulit Diproduksi

Temuan cadangan gas baru di Blok South East Madura hanya 7 BCF, sedangkan temuan cadangan minyak 70 juta barel.
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
13 September 2019, 18:31
skk migas, cadangan migas
Ilustrasi, logo Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). SKK Migas menyatakan penemuan cadangan migas di Blok South East Madura terlalu kecil.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan pengeboran yang dilakukan oleh PT Energi Mineral di sumur eksplorasi ENC-2 Blok South East Madura telah rampung. Namun, penemuan cadangan migas yang didapatkan sulit untuk diproduksi. 

Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman menjelaskan, temuan cadangan gas dari pengeboran sumur tersebut terlalu kecil untuk diproduksi. "Perkiraanya hanya 7 BCF," kata Fatar kepada Katadata.co.id, Jumat (13/9).

Sedangkan temuan cadangan minyak diprediksi hanya mencapai 70 juta barel. Hal itu berdasarkan evaluasi teknis yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Temuan cadangan tersebut bisa saja diproduksi jika cukup ekonomis. "Tergantung run economic-nya. Fasilitasnya bagaimana, biaya sumurnya berapa," ujarnya. 

(Baca: Percepat Pengembangan Blok Bulu, SKK Migas Bantu KrisEnergy Cari Mitra)

Energi Mineral sudah memulai kegiatan tajak pengeboran sejak 9 September pada tahun lalu. Persiapannya dilakukan tiga bulan sebelumnya. Dalam penggarapnya, rig yang digunakan milik PT Roda Drilling Nusantara.

Mengutip laman web perusahaan eml.co.id, kontrak area Blok South East Madura diberikan kepada PT. Energi Mineral Langgeng pada 5 Mei 2009. Luas area blok tersebut yakni 4.567,34 km persegi. Terdiri dari Area I (Bagian Utara): 1.872,45 Sq km dan Area II (Bagian Utara): 2.694,89 Sq km.

Wilayah kerja operasi kontraktor tersebut berada di darat dan lepas pantai, di Cekungan Jawa Timur Laut yang terletak di Pulau Madura Selatan, bagian timur laut Pulau Jawa. Yang dikenal sebagai salah satu daerah potensial hidrokarbon utama di Indonesia.

Rasio keberhasilan eksplorasi dari operator sebelumnya di wilayah ini cukup tinggi yaitu sekitar 40% yang menjadikan blok ini sebenarnya sangat menarik. Apalagi sudah ada sistem dan infrastruktur yang dibangun di dekat blok tersebut, seperti pipa gas yang berjalan di tengah blok. 

(Baca: Percepat Pengembangan Blok Bulu, SKK Migas Bantu KrisEnergy Cari Mitra)

Reporter: Verda Nano Setiawan

Video Pilihan

Artikel Terkait